MADIUN – Polres Madiun menyiapkan 501 personel gabungan untuk mengamankan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah melalui Operasi Ketupat 2026.
Personel gabungan tersebut berasal dari unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, serta elemen masyarakat seperti Banser, Senkom, dan Satpol PP.
Kapolres Madiun AKBP Kemas Indra Natanegara mengatakan ratusan personel akan disebar di delapan pos pengamanan dan pelayanan.
“Seluruh personel akan membantu pengamanan selama rangkaian perayaan Idul Fitri,” ujarnya, Kamis (12/3).
Pengamanan difokuskan pada sejumlah titik rawan yang diprediksi mengalami peningkatan aktivitas masyarakat.
Di antaranya kawasan Caruban dan Pagotan yang berpotensi mengalami kepadatan lalu lintas maupun konvoi masyarakat.
Selain itu, kepolisian juga mengantisipasi potensi kerawanan saat malam takbiran, takbir keliling, hingga kegiatan halalbihalal dari sejumlah padepokan pencak silat.
Polisi juga menyiapkan patroli khusus dari tim Rainmas untuk mengantisipasi gangguan keamanan serta penggunaan kembang api secara berlebihan.
Untuk mendukung pengamanan tersebut, Polres Madiun mendirikan delapan pos yang terdiri dari pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu.
Pos terpadu akan diisi gabungan personel TNI, Polri, serta instansi terkait guna memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat selama arus mudik dan perayaan Lebaran.
Polres Madiun juga berkoordinasi dengan 14 perguruan silat di wilayah setempat agar kegiatan selama Lebaran tetap berjalan kondusif.
“Jika terjadi kericuhan tentu akan kami tindak tegas sesuai prosedur hukum yang berlaku,” tegas Kapolres. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto