MADIUN – Menjelang Lebaran, warga Kabupaten Madiun menerima berbagai bantuan sosial dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Bantuan tersebut disalurkan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Pendopo Muda Graha kemarin (12/3).
Bantuan yang diberikan meliputi bantuan sosial, bantuan pemberdayaan ekonomi, hingga program khusus bagi penyandang disabilitas.
Khofifah menjelaskan bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemprov memberikan bantalan sosial dan ekonomi selama Ramadan.
“Bansos-bansos ini memang program pemprov. Kita sinergikan bansos dengan amaliyah Ramadan,” ujarnya.
Menurut Khofifah, masyarakat yang masuk kategori kemiskinan ekstrem mendapatkan bantuan program kemandirian ekonomi sebesar Rp 1,5 juta.
Sementara bantuan sosial bagi lansia kurang mampu diberikan Rp 2 juta per tahun atau Rp 500 ribu setiap triwulan.
Program Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) juga disalurkan dengan nilai Rp 3,6 juta per tahun yang diberikan Rp 900 ribu setiap triwulan.
“Harapan kita ini menjadi bantalan sosial bagi mereka. Sementara untuk kemiskinan ekstrem menjadi bantalan ekonomi agar mereka bisa lebih mandiri,” jelasnya.
Pemprov Jatim juga menyalurkan berbagai program pemberdayaan desa.
Di antaranya program Desa Berdaya untuk Desa Gunungsari (Madiun) dan Desa Sumberbening (Balerejo) masing-masing Rp 100 juta.
Program Jatim Puspa Plus juga diberikan kepada Desa Mruwak (Dagangan) dan Desa Sidomulyo (Wonosari) masing-masing Rp 201,5 juta.
Selain itu, bantuan pemberdayaan BUMDesa disalurkan kepada Desa Kwangsen (Jiwan) dan Desa Pulerejo (Pilangkenceng) masing-masing Rp 100 juta.
Bantuan keuangan desa juga diberikan kepada Desa Purworejo (Pilangkenceng) Rp 200 juta, Desa Tiron (Madiun) Rp 300 juta, Desa Glonggong (Balerejo) Rp 200 juta, serta Desa Winong (Gemarang) Rp 300 juta.
Selain bantuan sosial, gubernur juga menyerahkan Alquran cetakan Madinah kepada masyarakat.
Alquran tersebut merupakan hadiah dari Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud yang disalurkan melalui Kementerian Agama.
“Ini Alquran yang dicetak di Madinah, hadiah dari Raja Salman yang dikirim melalui Menteri Agama untuk masyarakat,” katanya.
Khofifah menekankan pentingnya validasi data penerima bantuan agar program perlindungan sosial tepat sasaran.
Penyaluran bansos tersebut turut dihadiri Bupati Madiun Hari Wuryanto, Wakil Bupati dr Purnomo Hadi, serta Plt Wali Kota Madiun Bagus Panuntun. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto