alexametrics
25.9 C
Madiun
Tuesday, May 17, 2022

Masyarakat Kabupaten Madiun Kurang Antusias Ikuti Vaksin Dosis Kedua

JIWAN, Jawa Pos Radar Caruban – Capaian vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Madiun jomplang. Dosis pertama jauh lebih tinggi ketimbang kedua. ‘’Kondisi seperti itu terjadi di tiga kategori sasaran,’’ kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun Anies Djaka Karyawan, Senin (1/11).

Tiga kategori meliputi sasaran lanjut usia (lansia), masyarakat umum dan rentan, serta remaja. Djaka menyebut, ada dua faktor penyebab ketimpangan tersebut. ‘’Faktor pertama, jeda penyuntikan antardosis. Kemudian, karena sasaran vaksinasi dosis kedua kurang antusias,’’ ungkapnya.

Akibatnya, sasaran lansia dengan total target 103.818, tersuntik vaksin dosis pertama 46.851 jiwa. Sementara yang telah disuntik dosis kedua 22.742 jiwa. Fakta serupa terjadi juga di sasaran kategori masyarakat umum dan remaja. ‘’Jeda penyuntikan berpengaruh ke capaian vaksinasi. Seperti vaksin AstraZeneca untuk lansia,’’ ujar Djaka.

Baca Juga :  Dukung Herd Immunity, APEPI Magetan Siapkan 1.000 Dosis Vaksin

Djaka berharap, masyarakat yang sudah divaksin dosis pertama tertib mengikuti vaksin dosis kedua. Sebab, efektivitas vaksinasi tidak akan maksimal jika hanya satu dosis. ‘’Sesuai ketentuan, vaksin AstraZeneca yang dulu jedanya 12 minggu, kini lebih cepat menjadi delapan minggu,’’ tuturnya. (den/c1/sat/her)

JIWAN, Jawa Pos Radar Caruban – Capaian vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Madiun jomplang. Dosis pertama jauh lebih tinggi ketimbang kedua. ‘’Kondisi seperti itu terjadi di tiga kategori sasaran,’’ kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun Anies Djaka Karyawan, Senin (1/11).

Tiga kategori meliputi sasaran lanjut usia (lansia), masyarakat umum dan rentan, serta remaja. Djaka menyebut, ada dua faktor penyebab ketimpangan tersebut. ‘’Faktor pertama, jeda penyuntikan antardosis. Kemudian, karena sasaran vaksinasi dosis kedua kurang antusias,’’ ungkapnya.

Akibatnya, sasaran lansia dengan total target 103.818, tersuntik vaksin dosis pertama 46.851 jiwa. Sementara yang telah disuntik dosis kedua 22.742 jiwa. Fakta serupa terjadi juga di sasaran kategori masyarakat umum dan remaja. ‘’Jeda penyuntikan berpengaruh ke capaian vaksinasi. Seperti vaksin AstraZeneca untuk lansia,’’ ujar Djaka.

Baca Juga :  Jumlah Penderita DBD Meledak, Pasien RSUD Membeludak

Djaka berharap, masyarakat yang sudah divaksin dosis pertama tertib mengikuti vaksin dosis kedua. Sebab, efektivitas vaksinasi tidak akan maksimal jika hanya satu dosis. ‘’Sesuai ketentuan, vaksin AstraZeneca yang dulu jedanya 12 minggu, kini lebih cepat menjadi delapan minggu,’’ tuturnya. (den/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/