alexametrics
24.8 C
Madiun
Saturday, May 21, 2022

Overthinking Hambat Aktivitas-Performa Kerja

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Kelewat banyak berpikir atau sering memikirkan hal-hal sepele secara berlebihan? Di dunia psikologi, kecenderungan itu disebut overthinking. Misalnya membayangkan sesuatu di masa depan yang belum tentu terjadi.

Andi Cahyadi, seorang psikolog Kota Madiun, menyebut ada beberapa penyebab overthinking. Di antaranya, sikap perfeksionis, kecenderungan pesimistis, tidak percaya diri, dan kerap membandingkan diri dengan orang lain. ”Ada juga yang suka memendam semuanya sendirian,” ujarnya, Minggu (9/1).

Salah satu tanda seseorang mengalami gejala overthinking, lanjut dia, memiliki kekhawatiran dengan pendapat dan pemikiran orang lain terhadap diri sendiri. ”Tentunya dapat menimbulkan dampak negatif ke berbagai hal, misalnya menghambat aktivitas dan performa kerja serta emosi tidak terkontrol,’’ paparnya.

Baca Juga :  Realisasi Vaksinasi Ngawi Lebih Cepat dari Target Bupati

Tak hanya itu, overthinking juga bisa memicu gangguan kesehatan seperti migrain, demam, nyeri dada, jantung berdebar-debar, sesak napas, dan kenaikan tensi darah. ”Kasus yang lebih parah meningkatkan risiko terkena diabetes dan stroke. Dampak secara psikologis dapat memicu gangguan kesehatan mental obsessive compulsive disorder,” bebernya.

Gejala overthinking, lanjut Andi, bisa dikurangi dengan melakukan hal-hal yang produktif. Misalnya, menjalankan hobi seperti bermusik atau berkebun. ”Bisa juga menuliskan apa yang dirasakan maupun curhat ke teman yang bisa dipercaya,” pungkasnya. (irs/c1/isd/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Kelewat banyak berpikir atau sering memikirkan hal-hal sepele secara berlebihan? Di dunia psikologi, kecenderungan itu disebut overthinking. Misalnya membayangkan sesuatu di masa depan yang belum tentu terjadi.

Andi Cahyadi, seorang psikolog Kota Madiun, menyebut ada beberapa penyebab overthinking. Di antaranya, sikap perfeksionis, kecenderungan pesimistis, tidak percaya diri, dan kerap membandingkan diri dengan orang lain. ”Ada juga yang suka memendam semuanya sendirian,” ujarnya, Minggu (9/1).

Salah satu tanda seseorang mengalami gejala overthinking, lanjut dia, memiliki kekhawatiran dengan pendapat dan pemikiran orang lain terhadap diri sendiri. ”Tentunya dapat menimbulkan dampak negatif ke berbagai hal, misalnya menghambat aktivitas dan performa kerja serta emosi tidak terkontrol,’’ paparnya.

Baca Juga :  Madiun iFest, Kebut Mading usai Ikuti KBM

Tak hanya itu, overthinking juga bisa memicu gangguan kesehatan seperti migrain, demam, nyeri dada, jantung berdebar-debar, sesak napas, dan kenaikan tensi darah. ”Kasus yang lebih parah meningkatkan risiko terkena diabetes dan stroke. Dampak secara psikologis dapat memicu gangguan kesehatan mental obsessive compulsive disorder,” bebernya.

Gejala overthinking, lanjut Andi, bisa dikurangi dengan melakukan hal-hal yang produktif. Misalnya, menjalankan hobi seperti bermusik atau berkebun. ”Bisa juga menuliskan apa yang dirasakan maupun curhat ke teman yang bisa dipercaya,” pungkasnya. (irs/c1/isd/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/