27.2 C
Madiun
Friday, December 9, 2022

Salah Posisi Tidur? Leher Terasa Nyeri, Kaku, Sukar Menoleh

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Orang Jawa menyebutnya tengeng. Leher terasa kaku, nyeri, dan sulit untuk menoleh. Kondisi ini cukup mengganggu aktivitas harian. Tak sedikit yang beranggapan bahwa tengeng disebabkan salah posisi saat tidur. Benarkah?

Dokter Liem Kiem San menjelaskan, salah posisi tidur bisa membuat otot menjadi tegang. Biasanya terasa saat terjaga. ‘’Saat bangun tidur, biasanya kan molet (peregangan, Red). Ketika itu, otot kita kaget dan menyebabkan tengeng,’’ kata dokter spesialis fisik dan rehabilitasi RSUA Ponorogo itu.

Dalam dunia medis, tengeng dikenal sebagai tortikolis spasmodik (cervical dystonia). Kondisi di mana otot-otot leher berkontraksi tanpa disengaja dan menyebabkan kepala berputar atau miring ke satu sisi. Itulah yang dapat mengakibatkan nyeri pada leher.

Ada banyak penyebab seseorang mengalami tengeng. Mulai dari kecetit, otot menjadi tegang, hingga cedera akibat kecelakaan, olahraga, terjatuh, serta pukulan yang mengenai wajah kepala bagian atas atau belakang.

Baca Juga :  Pasien Hepatitis A Overload, Dua Puskesmas Dipinjami Velbed BPBD dan Dinsos

Ada beberapa kondisi medis yang dapat menyebabkannya. Seperti rheumatoid arthritis (peradangan kronis yang menyebabkan bengkak dan kaku pada persendian) dan fibromyalgia (nyeri otot di seluruh tubuh, terutama di area leher dan bahu). ‘’Tengeng bisa sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari,’’ urainya.

Untuk mengurangi rasa nyeri di leher, ada beberapa hal yang dapat dilakukan. Yakni, melakukan peregangan atau senam leher tapi jangan terlalu kencang. Atau, mengompres leher dengan air dingin selama tiga hari. Setelah itu, kompres dengan air hangat. ‘’Memilih bantal disesuaikan dengan kelengkungan tulang leher juga penting. Tidak terlalu ndangak atau ndingkluk,’’ tuturnya.

Tidur menggunakan bantal lebih dari satu juga tidak baik. Karena bisa menyebabkan kelengkungan tulang belakang berubah. ‘’Tulang leher itu kelengkungannya ke depan,’’ pungkasnya. (mg2/kid/c1/fin)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Orang Jawa menyebutnya tengeng. Leher terasa kaku, nyeri, dan sulit untuk menoleh. Kondisi ini cukup mengganggu aktivitas harian. Tak sedikit yang beranggapan bahwa tengeng disebabkan salah posisi saat tidur. Benarkah?

Dokter Liem Kiem San menjelaskan, salah posisi tidur bisa membuat otot menjadi tegang. Biasanya terasa saat terjaga. ‘’Saat bangun tidur, biasanya kan molet (peregangan, Red). Ketika itu, otot kita kaget dan menyebabkan tengeng,’’ kata dokter spesialis fisik dan rehabilitasi RSUA Ponorogo itu.

Dalam dunia medis, tengeng dikenal sebagai tortikolis spasmodik (cervical dystonia). Kondisi di mana otot-otot leher berkontraksi tanpa disengaja dan menyebabkan kepala berputar atau miring ke satu sisi. Itulah yang dapat mengakibatkan nyeri pada leher.

Ada banyak penyebab seseorang mengalami tengeng. Mulai dari kecetit, otot menjadi tegang, hingga cedera akibat kecelakaan, olahraga, terjatuh, serta pukulan yang mengenai wajah kepala bagian atas atau belakang.

Baca Juga :  Rubella Berbahaya bagi Ibu Hamil

Ada beberapa kondisi medis yang dapat menyebabkannya. Seperti rheumatoid arthritis (peradangan kronis yang menyebabkan bengkak dan kaku pada persendian) dan fibromyalgia (nyeri otot di seluruh tubuh, terutama di area leher dan bahu). ‘’Tengeng bisa sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari,’’ urainya.

Untuk mengurangi rasa nyeri di leher, ada beberapa hal yang dapat dilakukan. Yakni, melakukan peregangan atau senam leher tapi jangan terlalu kencang. Atau, mengompres leher dengan air dingin selama tiga hari. Setelah itu, kompres dengan air hangat. ‘’Memilih bantal disesuaikan dengan kelengkungan tulang leher juga penting. Tidak terlalu ndangak atau ndingkluk,’’ tuturnya.

Tidur menggunakan bantal lebih dari satu juga tidak baik. Karena bisa menyebabkan kelengkungan tulang belakang berubah. ‘’Tulang leher itu kelengkungannya ke depan,’’ pungkasnya. (mg2/kid/c1/fin)

Most Read

Artikel Terbaru

/