27.2 C
Madiun
Friday, December 9, 2022

Klinik Mata EDC Group Operasi Gratis 100 Orang Sakit Katarak dan Pterygium

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Klinik Mata Erry Dewanto Center (EDC) Group membantu pemerintah mewujudkan Magetan bebas buta katarak. Senin (10/10), Klinik Mata EDC Group bersama pemkab menggelar operasi katarak dan pterygium gratis untuk 100 orang. Kegiatan dipusatkan di Pendapa Surya Graha.

Antuasisme masyarakat cukup tinggi. Terbukti, lebih dari 150 orang mengikuti skrining gratis. Di momen HUT Ke-347 Magetan ini, kami ingin membantu pemerintah mewujudkan Magetan bebas buta katarak, kata Wakil Direktur Klinik Mata EDC Group Dian Anggraini Wikamorys.

Pasien yang berkesempatan mengikuti operasi katarak maupun pterygium tidak dipungut biaya sepeser pun. Namun, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Di antaranya, pasien tidak menderita diabetes atau penyakit penyerta lainnya. Hari ini (kemarin, Red) skrining. Selanjutnya, pelaksanaan operasi akan dijadwalkan ulang kepada 100 pasien tersebut, terangnya.

Bakti sosial kali ini merupakan wujud kepedulian Klinik Mata EDC Group kepada warga kurang mampu. Dian memastikan program tersebut akan terus dilakukan di desa-desa maupun lewat skrining posyandu lansia yang ada di puskesmas. Semoga kehadiran kami dapat memberi manfaat dan membuat warga terbebas dari katarak, tuturnya.

Baca Juga :  Pertamax Naik Rawan Picu Gejolak Harga Komoditas

 

BAKTI SOSIAL: Wakil Direktur Klinik Mata EDC Group Dian Anggraini Wikamorys (kiri) didampingi Koordinator dan Konsultan Ahli Klinik Mata EDC Magetan dr Wisnu Herlambang menyerahkan piagam simbolis operasi katarak dan pterygium gratis untuk 100 warga kepada Bupati Magetan Suprawoto, Senin (10/10). (ERIC WIBOWO/RADAR MAGETAN)

Klinik Mata EDC tersebar di sembilan daerah, meliputi Jombang, Magetan, Bangkalan, Sidoarjo, Mojokerto, Nganjuk, Pasuruan, Tulungagung, dan Trenggalek. Pemeriksaan ditangani dokter spesialis mata profesional yang berpengalaman,” ujarnya.

Teknologi yang diterapkan di Magetan sama seperti klinik EDC di daerah lain. Seluruh cabang menerapkan teknik fakoemulsifikasi dalam operasi katarak. Irisannya kecil, tanpa jahitan dan suntik. Pascaoperasi, mata tak perlu ditutup. Pun pasien tak harus dirawat inap. Kami juga menggunakan teknologi green argon laser photocoagulation dan laser YAG, kata Dian.

Bupati Magetan Suprawoto mengapresiasi Klinik Mata EDC Magetan. Mewakili warga, bupati berterima kasih atas perjuangan mereka dalam membebaskan warga dari buta katarak. Klinik Mata EDC Group membantu banyak warga kurang mampu dalam mendapatkan operasi katarak gratis, tutur bupati. (ebo/c1/naz/adv)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Klinik Mata Erry Dewanto Center (EDC) Group membantu pemerintah mewujudkan Magetan bebas buta katarak. Senin (10/10), Klinik Mata EDC Group bersama pemkab menggelar operasi katarak dan pterygium gratis untuk 100 orang. Kegiatan dipusatkan di Pendapa Surya Graha.

Antuasisme masyarakat cukup tinggi. Terbukti, lebih dari 150 orang mengikuti skrining gratis. Di momen HUT Ke-347 Magetan ini, kami ingin membantu pemerintah mewujudkan Magetan bebas buta katarak, kata Wakil Direktur Klinik Mata EDC Group Dian Anggraini Wikamorys.

Pasien yang berkesempatan mengikuti operasi katarak maupun pterygium tidak dipungut biaya sepeser pun. Namun, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Di antaranya, pasien tidak menderita diabetes atau penyakit penyerta lainnya. Hari ini (kemarin, Red) skrining. Selanjutnya, pelaksanaan operasi akan dijadwalkan ulang kepada 100 pasien tersebut, terangnya.

Bakti sosial kali ini merupakan wujud kepedulian Klinik Mata EDC Group kepada warga kurang mampu. Dian memastikan program tersebut akan terus dilakukan di desa-desa maupun lewat skrining posyandu lansia yang ada di puskesmas. Semoga kehadiran kami dapat memberi manfaat dan membuat warga terbebas dari katarak, tuturnya.

Baca Juga :  Indeks Kualitas Air Kabupaten Madiun 76,29

 

BAKTI SOSIAL: Wakil Direktur Klinik Mata EDC Group Dian Anggraini Wikamorys (kiri) didampingi Koordinator dan Konsultan Ahli Klinik Mata EDC Magetan dr Wisnu Herlambang menyerahkan piagam simbolis operasi katarak dan pterygium gratis untuk 100 warga kepada Bupati Magetan Suprawoto, Senin (10/10). (ERIC WIBOWO/RADAR MAGETAN)

Klinik Mata EDC tersebar di sembilan daerah, meliputi Jombang, Magetan, Bangkalan, Sidoarjo, Mojokerto, Nganjuk, Pasuruan, Tulungagung, dan Trenggalek. Pemeriksaan ditangani dokter spesialis mata profesional yang berpengalaman,” ujarnya.

Teknologi yang diterapkan di Magetan sama seperti klinik EDC di daerah lain. Seluruh cabang menerapkan teknik fakoemulsifikasi dalam operasi katarak. Irisannya kecil, tanpa jahitan dan suntik. Pascaoperasi, mata tak perlu ditutup. Pun pasien tak harus dirawat inap. Kami juga menggunakan teknologi green argon laser photocoagulation dan laser YAG, kata Dian.

Bupati Magetan Suprawoto mengapresiasi Klinik Mata EDC Magetan. Mewakili warga, bupati berterima kasih atas perjuangan mereka dalam membebaskan warga dari buta katarak. Klinik Mata EDC Group membantu banyak warga kurang mampu dalam mendapatkan operasi katarak gratis, tutur bupati. (ebo/c1/naz/adv)

Most Read

Artikel Terbaru

/