23.6 C
Madiun
Sunday, November 27, 2022

Anomali Cuaca, Awas Rawan Terserang Influenza

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Dua pekan ini, hujan sering tiba-tiba mengguyur sejumlah wilayah di Magetan. Perubahan cuaca dari panas ke dingin secara mendadak membuat orang rentan sakit. ‘’Perubahan suhu dapat melemahkan daya tahan tubuh,’’ kata Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Magetan Suwantiyo, Selasa (16/8).

Lantaran imunitasnya melemah, seseorang menjadi lebih mudah terpapar penyakit. Merujuk pada data, belakangan ini angka sejumlah penyakit dilaporkan meningkat. Di antaranya, influenza (flu), demam, diare, atau batuk. ‘’Kuncinya menjaga daya tahan tubuh,’’ ujarnya.

Dari berbagai penyakit tersebut, flu paling banyak diderita warga Magetan. Tercatat 14 warga terpapar pada pekan pertama Agustus. Pada pekan kedua jumlah kasus bertambah 23. ‘’Tidur teratur, makan bergizi, olahraga cukup, dan kendalikan stres,’’ pesan Suwantiyo.

Baca Juga :  IDI Madiun: Lawan Omicron dengan Disiplin Prokes

Masyarakat juga diimbau mewaspadai demam berdarah dengue (DBD). Penyakit mematikan yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes aegypti itu rawan merebak ketika cuaca tak menentu. Pola hidup bersih dan sehat (PHBS) serta gerakan menutup, mengubur, dan menguras penampungan air perlu terus digalakkan. (mg1/c1/naz)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Dua pekan ini, hujan sering tiba-tiba mengguyur sejumlah wilayah di Magetan. Perubahan cuaca dari panas ke dingin secara mendadak membuat orang rentan sakit. ‘’Perubahan suhu dapat melemahkan daya tahan tubuh,’’ kata Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Magetan Suwantiyo, Selasa (16/8).

Lantaran imunitasnya melemah, seseorang menjadi lebih mudah terpapar penyakit. Merujuk pada data, belakangan ini angka sejumlah penyakit dilaporkan meningkat. Di antaranya, influenza (flu), demam, diare, atau batuk. ‘’Kuncinya menjaga daya tahan tubuh,’’ ujarnya.

Dari berbagai penyakit tersebut, flu paling banyak diderita warga Magetan. Tercatat 14 warga terpapar pada pekan pertama Agustus. Pada pekan kedua jumlah kasus bertambah 23. ‘’Tidur teratur, makan bergizi, olahraga cukup, dan kendalikan stres,’’ pesan Suwantiyo.

Baca Juga :  IDI Madiun: Lawan Omicron dengan Disiplin Prokes

Masyarakat juga diimbau mewaspadai demam berdarah dengue (DBD). Penyakit mematikan yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes aegypti itu rawan merebak ketika cuaca tak menentu. Pola hidup bersih dan sehat (PHBS) serta gerakan menutup, mengubur, dan menguras penampungan air perlu terus digalakkan. (mg1/c1/naz)

Most Read

Artikel Terbaru

/