27.2 C
Madiun
Friday, December 9, 2022

Gejala Gangguan Ginjal Akut Misterius, Waspadai Bila Anak Jarang Kencing

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Ramai penyakit acute kidney injury alias gangguan ginjal akut misterius yang dialami ratusan anak di Indonesia belum menjamah Magetan. Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Magetan Suwantiyo mematikan bahwa di Magetan masih zero penyakit yang sedang viral itu. ‘’Sampai saat ini, belum ada laporan kasus dari Magetan,’’ ujarnya, Minggu (16/10).

Suwantiyo menjelaskan, gangguan ginjal akut ini diartikan sebagai penurunan fungsi filtrasi ginjal secara cepat dan tiba-tiba. Umumnya dilaporkan terjadi pada anak-anak. Penyebabnya masih belum diketahui secara pasti.

Menurut Suwantiyo, insan medis di Indonesia juga masih mendalami gangguan ginjal akut ini. Pasalnya, penyakit tersebut merupakan kasus baru. ‘’Perlu ada atensi dari seluruh masyarakat,’’ ujarnya.

Baca Juga :  HKN-ke 57, Dinkes Magetan Bertekad Terus Berinovasi

Deteksi dini, kata Suwantiyo, sangat perlu lantaran penyakit ini bisa berakibat fatal. Pun, terjadi dalam waktu yang cenderung singkat. Dia meminta masyarakat untuk mewaspadai jika anak mulai jarang buang air, atau bahkan tidak kencing sama sekali dalam kurun waktu enam hingga delapan jam. Juga ada ciri-ciri demam selama kurang lebih 14 hari. ‘’Deteksi dini penting supaya bisa segera dilakukan upaya intervensi,’’ jelasnya. (mg1/naz)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Ramai penyakit acute kidney injury alias gangguan ginjal akut misterius yang dialami ratusan anak di Indonesia belum menjamah Magetan. Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Magetan Suwantiyo mematikan bahwa di Magetan masih zero penyakit yang sedang viral itu. ‘’Sampai saat ini, belum ada laporan kasus dari Magetan,’’ ujarnya, Minggu (16/10).

Suwantiyo menjelaskan, gangguan ginjal akut ini diartikan sebagai penurunan fungsi filtrasi ginjal secara cepat dan tiba-tiba. Umumnya dilaporkan terjadi pada anak-anak. Penyebabnya masih belum diketahui secara pasti.

Menurut Suwantiyo, insan medis di Indonesia juga masih mendalami gangguan ginjal akut ini. Pasalnya, penyakit tersebut merupakan kasus baru. ‘’Perlu ada atensi dari seluruh masyarakat,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Lhadala, Dua PSK Positif HIV

Deteksi dini, kata Suwantiyo, sangat perlu lantaran penyakit ini bisa berakibat fatal. Pun, terjadi dalam waktu yang cenderung singkat. Dia meminta masyarakat untuk mewaspadai jika anak mulai jarang buang air, atau bahkan tidak kencing sama sekali dalam kurun waktu enam hingga delapan jam. Juga ada ciri-ciri demam selama kurang lebih 14 hari. ‘’Deteksi dini penting supaya bisa segera dilakukan upaya intervensi,’’ jelasnya. (mg1/naz)

Most Read

Artikel Terbaru

/