27.2 C
Madiun
Friday, December 9, 2022

Jangan Beli Obat Sirup Dulu, Diduga Sebabkan Gagal Ginjal Akut pada Anak

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Dinas Kesehatan (Dinkes) Magetan langsung merespons instruksi Kemenkes yang melarang sementara peredaran obat sirup. Kepala Dinkes Magetan Rohmat Hidayat mengatakan bahwa pihaknya telah mengimbau rumah sakit dan apotek untuk mematuhi instruksi tersebut. ‘’Untuk sementara jangan gunakan obat sirup,’’ tegasnya, Jumat (21/10).

Rohmat menjelaskan, obat sirup yang mengandung diethylene glycol dan ethylene glycol diduga menjadi salah satu penyebab kasus gagal ginjal akut pada anak. Dokter juga disarankan untuk meresepkan obat dalam bentuk lain. ‘’Kami imbau apotek mengedukasi pembeli, supaya lebih baik membeli obat dalam bentuk tablet atau yang lain,’’ terangnya.

Hingga kemarin, Rohmat belum mendapat laporan kasus gagal ginjal akut di Magetan. Meski demikian, kewaspadaan harus ditingkatkan. Pasalnya, jumlah penderita penyakit misterius ini terus bertambah di berbagai daerah. ‘’Walaupun belum ada laporan kasus di Magetan, kami imbau untuk sementara hindari obat sirup,’’ kata Rohmat.

Baca Juga :  Dinkes Pacitan Sampling Produk Pangan di Dua Pasar Tradisional

Diketahui, gagal ginjal akut yang sedang ramai diperbincangkan ini menyerang usia 0 hingga 18 tahun. Penderita paling banyak berusia 0 sampai 5 tahun. Rumah sakit dan seluruh puskesmas juga telah diminta meningkatkan skrining.

Jika mendapati anak yang mengalami gejala seperti susah kencing, tenaga kesehatan diimbau segera membuat laporan. ‘’Ada atau tidak ada kasus, tetap laporkan kondisi di lapangan,’’ pesannya. (mg1/naz)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Dinas Kesehatan (Dinkes) Magetan langsung merespons instruksi Kemenkes yang melarang sementara peredaran obat sirup. Kepala Dinkes Magetan Rohmat Hidayat mengatakan bahwa pihaknya telah mengimbau rumah sakit dan apotek untuk mematuhi instruksi tersebut. ‘’Untuk sementara jangan gunakan obat sirup,’’ tegasnya, Jumat (21/10).

Rohmat menjelaskan, obat sirup yang mengandung diethylene glycol dan ethylene glycol diduga menjadi salah satu penyebab kasus gagal ginjal akut pada anak. Dokter juga disarankan untuk meresepkan obat dalam bentuk lain. ‘’Kami imbau apotek mengedukasi pembeli, supaya lebih baik membeli obat dalam bentuk tablet atau yang lain,’’ terangnya.

Hingga kemarin, Rohmat belum mendapat laporan kasus gagal ginjal akut di Magetan. Meski demikian, kewaspadaan harus ditingkatkan. Pasalnya, jumlah penderita penyakit misterius ini terus bertambah di berbagai daerah. ‘’Walaupun belum ada laporan kasus di Magetan, kami imbau untuk sementara hindari obat sirup,’’ kata Rohmat.

Baca Juga :  Warga Pacitan Diminta Waspada Sebaran Cikungunya

Diketahui, gagal ginjal akut yang sedang ramai diperbincangkan ini menyerang usia 0 hingga 18 tahun. Penderita paling banyak berusia 0 sampai 5 tahun. Rumah sakit dan seluruh puskesmas juga telah diminta meningkatkan skrining.

Jika mendapati anak yang mengalami gejala seperti susah kencing, tenaga kesehatan diimbau segera membuat laporan. ‘’Ada atau tidak ada kasus, tetap laporkan kondisi di lapangan,’’ pesannya. (mg1/naz)

Most Read

Artikel Terbaru

/