alexametrics
29.7 C
Madiun
Thursday, May 12, 2022

Omicron Bergejala Ringan, tapi Jauh Lebih Infeksius

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Kasus Omicron di sejumlah daerah mengalami lonjakan signifikan beberapa pekan terakhir. Tidak terkecuali di Kota Madiun. Lantas, apa saja gejalanya? Kalangan medis menyebutkan bahwa gejala Omicron mirip paparan virus Covid-19 varian lain. Yakni, pilek, demam, batuk, pusing, serta nyeri pada tenggorokan dan persendian.

Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik RSUD dr Soedono Madiun Yurika Pramanan Diah mengatakan, gejala klinis Omicron menyerupai common cold alias pilek. Namun, untuk memastikan apakah terpapar korona atau tidak harus melalui pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR).

Yurika menyebutkan, pilek biasa disebabkan virus dari keluarga rhinovirus atau enterovirus. Sedangkan Covid-19 berasal dari SARS-CoV-2 atau famili Coronavirus yang  patogen. ‘’Persebarannya bisa dilacak dengan 3T (tracing, testing, treatment, Red),’’ ujarnya, Kamis (24/2).

Baca Juga :  Waspadai Omicron Masuk Kota

Yurika mengatakan, saat ini sedang masuk gelombang ketiga serangan Omicron. Jenis virus itu 70 kali lebih infeksius alias lebih cepat menular dibanding varian Delta. ‘’Jadi, lebih cepat menimbulkan gejala,’’ ungkap Yurika.

Dia menambahkan, saat ini Omicron sudah menghasilkan subvarian. Yakni, BA-1 dan BA-2. Gejala klinisnya lebih ringan daripada Delta. Kendati demikian, dia meminta tetap diwaspadai. ‘’Omicron memang lebih banyak ditemukan, tapi varian Delta masih eksis,’’ tuturnya.

Untuk mengendalikan persebaran Omicron maupun Delta, kata Yurika, dibutuhkan penyekatan wilayah. Apalagi, Kota Madiun kini masuk pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4. ‘’Sebaiknya pembelajaran kembali full online, disiplin prokes lebih ditingkatkan lagi, dan ada pembatasan pengumpulan massa,’’ pungkasnya. (mg7/c1/isd/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Kasus Omicron di sejumlah daerah mengalami lonjakan signifikan beberapa pekan terakhir. Tidak terkecuali di Kota Madiun. Lantas, apa saja gejalanya? Kalangan medis menyebutkan bahwa gejala Omicron mirip paparan virus Covid-19 varian lain. Yakni, pilek, demam, batuk, pusing, serta nyeri pada tenggorokan dan persendian.

Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik RSUD dr Soedono Madiun Yurika Pramanan Diah mengatakan, gejala klinis Omicron menyerupai common cold alias pilek. Namun, untuk memastikan apakah terpapar korona atau tidak harus melalui pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR).

Yurika menyebutkan, pilek biasa disebabkan virus dari keluarga rhinovirus atau enterovirus. Sedangkan Covid-19 berasal dari SARS-CoV-2 atau famili Coronavirus yang  patogen. ‘’Persebarannya bisa dilacak dengan 3T (tracing, testing, treatment, Red),’’ ujarnya, Kamis (24/2).

Baca Juga :  Anak 6–11 Tahun Segera Divaksin

Yurika mengatakan, saat ini sedang masuk gelombang ketiga serangan Omicron. Jenis virus itu 70 kali lebih infeksius alias lebih cepat menular dibanding varian Delta. ‘’Jadi, lebih cepat menimbulkan gejala,’’ ungkap Yurika.

Dia menambahkan, saat ini Omicron sudah menghasilkan subvarian. Yakni, BA-1 dan BA-2. Gejala klinisnya lebih ringan daripada Delta. Kendati demikian, dia meminta tetap diwaspadai. ‘’Omicron memang lebih banyak ditemukan, tapi varian Delta masih eksis,’’ tuturnya.

Untuk mengendalikan persebaran Omicron maupun Delta, kata Yurika, dibutuhkan penyekatan wilayah. Apalagi, Kota Madiun kini masuk pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4. ‘’Sebaiknya pembelajaran kembali full online, disiplin prokes lebih ditingkatkan lagi, dan ada pembatasan pengumpulan massa,’’ pungkasnya. (mg7/c1/isd/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/