Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

5 Tips Kuat Puasa Lebih dari 12 Jam, Anti Lemas dan Tidak Mudah Haus

D

 

Ilustrasi kuat puasa hingga Magrib.
Ilustrasi kuat puasa hingga Magrib.

Jawa Pos Radar Madiun - Menahan lapar dan haus selama lebih dari 12 jam bukan perkara mudah.


Advertisement

Terutama saat tubuh terbiasa mendapat asupan makanan dan minuman secara rutin.

Biasanya, rasa lapar mulai terasa saat menjelang siang. Jika sahur tidak tepat, tubuh bisa lemas, sulit fokus, bahkan malas beraktivitas.

Agar puasa tetap lancar dan tubuh tetap bertenaga, ada 5 tips yang bisa dilakukan.

Advertisement

1. Perbanyak Asupan Serat Saat Sahur

Makanan tinggi serat seperti sayur, buah, dan biji-bijian membantu tubuh merasa kenyang lebih lama.

Serat membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna dibandingkan makanan tinggi gula atau karbohidrat sederhana.

Advertisement

Itulah sebabnya, sahur dengan menu kaya serat bisa membantu menahan lapar hingga sore hari.

2. Penuhi Kebutuhan Cairan dengan Benar

Selama puasa, tubuh kehilangan cairan lebih banyak dari biasanya. Jika tidak diganti saat sahur dan berbuka, risiko dehidrasi meningkat.

Disarankan tetap memenuhi kebutuhan minimal delapan gelas air per hari dengan pola:

3 gelas saat berbuka

3 gelas saat sahur

2 gelas sebelum tidur

Selain itu, batasi konsumsi kopi karena kandungan kafein dapat memicu rasa haus lebih cepat.

Makanan berkuah seperti sup juga bisa membantu menjaga hidrasi tubuh.

3. Jangan Berlebihan Konsumsi Karbohidrat

Karbohidrat memang memberi rasa kenyang, tetapi jika berlebihan justru memicu lonjakan gula darah yang cepat turun.

Akibatnya, tubuh terasa lemas lebih cepat saat siang hari.

Pilih karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oatmeal, atau roti gandum agar energi lebih stabil.

4. Tambahkan Vitamin Penunjang

Selama puasa, kebutuhan nutrisi tetap harus terpenuhi. Vitamin seperti B12 dan C membantu menjaga daya tahan tubuh dan mendukung produksi energi.

Beberapa pakar kesehatan menyarankan tetap memperhatikan asupan mikronutrien selama Ramadan agar tubuh tetap optimal menjalankan aktivitas harian.

5. Berbuka Secara Bertahap

Saat azan Maghrib berkumandang, tubuh butuh penyesuaian setelah lama tidak menerima asupan.

Awali berbuka dengan air putih atau minuman hangat. Makanan manis memang dianjurkan untuk mengembalikan kadar gula darah, tetapi konsumsinya tetap harus terkontrol.

Hindari langsung menyantap gorengan atau makanan berat dalam jumlah besar agar lambung tidak kaget. (cor)

 

Advertisement
Editor : Andi Chorniawan
Sumber : Radar Madiun

Artikel Terkait

Juventus Era Sekarang Belum yang Terburuk! Si Raja Serie A Pernah 14 Musim Puasa Gelar Liga Italia

Juventus Era Sekarang Belum yang Terburuk! Si Raja Serie A Pernah 14 Musim Puasa Gelar Liga Italia

Juventus ternyata pernah mengalami puasa Scudetto selama 14 musim sebelum bangkit kembali pada 1949/50.

Rahasia Bikin Road Bike Ngacir tanpa Harus Ganti Sepeda Baru, Upgrade Komponen Ini

Rahasia Bikin Road Bike Ngacir tanpa Harus Ganti Sepeda Baru, Upgrade Komponen Ini

Ingin sepeda balap (road bike) melaju lebih cepat dan nyaman? Lakukan empat upgrade komponen kunci ini mulai dari kokpit, ban, wheelset, hingga drivetrain.

Mitos atau Fakta: Amankah Mengecas Baterai Motor Listrik Semalaman? Ketahui Aturan yang Tepat

Mitos atau Fakta: Amankah Mengecas Baterai Motor Listrik Semalaman? Ketahui Aturan yang Tepat

Bolehkah mengecas motor listrik semalaman? Simak penjelasan lengkap mengenai sistem pengaman baterai, durasi ideal pengecasan, hingga tips merawat baterai agar awet.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer