alexametrics
31.7 C
Madiun
Monday, May 16, 2022

Indeks Kualitas Air Kabupaten Madiun 76,29

SARADAN, Jawa Pos Radar Caruban – Uji laboratorium kualitas air di Kabupaten Madiun tidak berjalan mulus. Penyebabnya, laboratorium lingkungan hidup milik dinas lingkungan hidup (DLH) setempat belum berfungsi maksimal. Faktor sumber daya manusia (SDM) dan peralatan disebut-sebut menjadi biangnya. ‘’Paling utama SDM,’’ ujar Kepala UPT Laboratorium Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Madiun Yoga Ardiana, Rabu (27/10).

Yoga mengatakan, laboratorium tersebut selama ini hanya dimanfaatkan untuk latihan dalam menganalisis sampel. Pun, peralatan yang tersedia jauh dari kata memadai. Faktor itu pula yang membuat uji kualitas air di Kabupaten Madiun selama ini terpaksa dilakukan di luar daerah. ‘’Biasanya ke Magetan, kadang Mojokerto juga,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Rokok-Alkohol Picu Vertigo

Kasi Pengawasan dan Pembinaan Lingkungan DLH Kabupaten Madiun Lilik Susanti menambahkan, pengujian di luar daerah itu mengakibatkan pengecekan kualitas air membutuhkan waktu lama. ‘’Karena harus antre. Beda kalau diuji di laboratorium sendiri,’’ ujarnya.

Dia menyebut, dari hasil uji lab terakhir, kualitas air Kabupaten Madiun mengalami peningkatan. Hal itu tidak terlepas dari tutupnya sejumlah industri serta penurunan produksi beberapa usaha hingga limbah cair yang dihasilkan ikut berkurang. ’’Indeks kualitas air tahun lalu sebesar 76,29. Angka itu masuk kategori baik,’’ kata Lilik. (tr1/c1/isd/her)

SARADAN, Jawa Pos Radar Caruban – Uji laboratorium kualitas air di Kabupaten Madiun tidak berjalan mulus. Penyebabnya, laboratorium lingkungan hidup milik dinas lingkungan hidup (DLH) setempat belum berfungsi maksimal. Faktor sumber daya manusia (SDM) dan peralatan disebut-sebut menjadi biangnya. ‘’Paling utama SDM,’’ ujar Kepala UPT Laboratorium Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Madiun Yoga Ardiana, Rabu (27/10).

Yoga mengatakan, laboratorium tersebut selama ini hanya dimanfaatkan untuk latihan dalam menganalisis sampel. Pun, peralatan yang tersedia jauh dari kata memadai. Faktor itu pula yang membuat uji kualitas air di Kabupaten Madiun selama ini terpaksa dilakukan di luar daerah. ‘’Biasanya ke Magetan, kadang Mojokerto juga,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Penyakit DBD di Jatim Tembus 1.220 Kasus

Kasi Pengawasan dan Pembinaan Lingkungan DLH Kabupaten Madiun Lilik Susanti menambahkan, pengujian di luar daerah itu mengakibatkan pengecekan kualitas air membutuhkan waktu lama. ‘’Karena harus antre. Beda kalau diuji di laboratorium sendiri,’’ ujarnya.

Dia menyebut, dari hasil uji lab terakhir, kualitas air Kabupaten Madiun mengalami peningkatan. Hal itu tidak terlepas dari tutupnya sejumlah industri serta penurunan produksi beberapa usaha hingga limbah cair yang dihasilkan ikut berkurang. ’’Indeks kualitas air tahun lalu sebesar 76,29. Angka itu masuk kategori baik,’’ kata Lilik. (tr1/c1/isd/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/