alexametrics
33.7 C
Madiun
Thursday, September 29, 2022

Pancaroba, ISPA Merajalela

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Diam-diam, banyak warga Kabupaten Madiun yang terserang penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) dalam dua bulan terakhir. Penyebab utamanya terkait faktor cuaca. Yakni, dampak fenomena kemarau basah pada Juli lalu dan musim pancaroba belakangan ini. ‘’Catatan kami, bulan Agustus kasusnya lebih tinggi dibanding Juli,’’ kata Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Amam Santosa, Rabu (31/8).

Amam menjelaskan, kemarau basah pada Juli lalu ditandai adanya suhu yang cenderung dingin. Sebab, sejumlah wilayah kerap diguyur hujan yang kadang disertai angin kencang. ‘’Suhu dingin membuat virus ISPA lebih cepat berkembang biak,’’ ujarnya.

Dia menyebutkan, penularan ISPA melalu airborne (mengudara). Karena itu, warga dianjurkan mengenakan masker ketika berada di tempat umum maupun kerumunan.Di sisi lain, Amam memastikan stok obat-obatan dan bahan habis pakai seperti masker untuk penanggulangan ISPA tersedia dalam jumlah cukup.

Baca Juga :  Cegah Hipertensi Jadi Komplikasi

Amam menuturkan, terkait tren peningkatan kasus ISPA, pihaknya berupaya mengoptimalkan berbagai pelayanan kesehatan mulai rumah sakit, klinik, poliklinik, puskesmas, puskesmas pembantu, hingga polindes. ‘’Tinggal dari warganya. Jika mengalami gejala ISPAsegera berobat ke pelayanan kesehatan terdekat,’’ imbaunya.

Dia menambahkan, penyakit ISPA bisa menyerang semua kalangan usia. Dari anak-anak, dewasa, hingga lansia. Selama kekebalan tubuh melemah, kata Amam, semakin mudah tertular. ‘’Selain penggunaan masker, gaya hidup sehat dan bersih juga penting untuk menunjang kekebalan tubuh agar tidak mudah terkena virus,’’ bebernya.

‘’Prokes (protokol kesehatan) jangan sampai kendur. Itu bukan hanya untuk pencegahan korona, tapi juga virus penyakit lain yang penularannya melalui udara seperti ISPA,’’ imbuhnya. (mg3/c1/isd)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Diam-diam, banyak warga Kabupaten Madiun yang terserang penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) dalam dua bulan terakhir. Penyebab utamanya terkait faktor cuaca. Yakni, dampak fenomena kemarau basah pada Juli lalu dan musim pancaroba belakangan ini. ‘’Catatan kami, bulan Agustus kasusnya lebih tinggi dibanding Juli,’’ kata Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Amam Santosa, Rabu (31/8).

Amam menjelaskan, kemarau basah pada Juli lalu ditandai adanya suhu yang cenderung dingin. Sebab, sejumlah wilayah kerap diguyur hujan yang kadang disertai angin kencang. ‘’Suhu dingin membuat virus ISPA lebih cepat berkembang biak,’’ ujarnya.

Dia menyebutkan, penularan ISPA melalu airborne (mengudara). Karena itu, warga dianjurkan mengenakan masker ketika berada di tempat umum maupun kerumunan.Di sisi lain, Amam memastikan stok obat-obatan dan bahan habis pakai seperti masker untuk penanggulangan ISPA tersedia dalam jumlah cukup.

Baca Juga :  Radang Lambung Bisa Picu Gastritis

Amam menuturkan, terkait tren peningkatan kasus ISPA, pihaknya berupaya mengoptimalkan berbagai pelayanan kesehatan mulai rumah sakit, klinik, poliklinik, puskesmas, puskesmas pembantu, hingga polindes. ‘’Tinggal dari warganya. Jika mengalami gejala ISPAsegera berobat ke pelayanan kesehatan terdekat,’’ imbaunya.

Dia menambahkan, penyakit ISPA bisa menyerang semua kalangan usia. Dari anak-anak, dewasa, hingga lansia. Selama kekebalan tubuh melemah, kata Amam, semakin mudah tertular. ‘’Selain penggunaan masker, gaya hidup sehat dan bersih juga penting untuk menunjang kekebalan tubuh agar tidak mudah terkena virus,’’ bebernya.

‘’Prokes (protokol kesehatan) jangan sampai kendur. Itu bukan hanya untuk pencegahan korona, tapi juga virus penyakit lain yang penularannya melalui udara seperti ISPA,’’ imbuhnya. (mg3/c1/isd)

Most Read

Artikel Terbaru

/