Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemkot Gulirkan Program Lampunisasi Padat Karya

H
Penulis: Hengky Ristanto❯
ARTISTIK: Lampu PJU telah terpasang di sejumlah ruas jalan protokol Kota Madiun. Pemkot juga akan memasang ribuan titik lampu PJU di jalan dan gang yang telah dipaving tahun lalu. (ILUSTRASI/BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN)
ARTISTIK: Lampu PJU telah terpasang di sejumlah ruas jalan protokol Kota Madiun. Pemkot juga akan memasang ribuan titik lampu PJU di jalan dan gang yang telah dipaving tahun lalu. (ILUSTRASI/BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN)
KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Proyek padat karya kembali digulirkan. Setelah sukses pavingisasi puluhan ribu meter tahun lalu, Pemkot Madiun merencanakan pemasangan lampu penerangan jalan umum (PJU) pada kelompok masyarakat (pokmas) tahun ini.

‘’Akses jalan di kota ini sudah layak. Selanjutnya jalan atau gang akan kami terangi dengan program lampunisasi,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi kemarin (23/1).

Menurut dia, jumlah lampu PJU yang akan dipasang disesuaikan panjang jalan atau gang yang selesai dipaving. Yakni, bakal menerangi sepanjang 46 ribu meter. Namun, tidak menutup kemungkinan bertambah sesuai usulan warga.

Sebab, masih ada akses jalan yang minim lampu. ‘’Penerangan tidak hanya di jalan-jalan protokol, gang-gang harus terang benderang juga,’’ ujarnya.

Rencananya, lanjut Maidi, ada sebanyak 4.000 titik PJU yang akan dipasang. Setiap titik berjarak sekitar 15 meter. Untuk merealisasikannya, pemkot menggelontorkan anggaran sekitar Rp 15 miliar dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2023 atau akhir tahun nanti. ‘’Anggaran sudah kami siapkan. Spek (spesifikasi) lampu hingga upah pemasangan sudah kami tentukan,’’ sebutnya.

Maidi menyebutkan, seperti pavingisasi, lampunisasi merupakan program usulan warga melalui musrenbang (musyawarah rencana pembangunan). Baik di tingkat kelurahan maupun kecamatan. Untuk akselerasi progres, pemkot melibatkan pokmas di setiap kelurahan yang mengerjakan di lingkungan masing-masing.

‘’Anggaran bisa untuk membayar tukang las dan warga setempat. Ini salah satu program pemberdayaan masyarakat,’’ ungkapnya.

Kendati diserahkan pokmas, dinas perumahan dan kawasan permukiman (disperkim) setempat tetap mem-back up. Tujuannya, agar lampunisasi berjalan sesuai rencana dan optimalisasi penggunaan anggaran dapat bermanfaat langsung untuk warga. ‘’Silakan berdayakan bengkel dan tukang las di lingkungan masing-masing,’’ pintanya. (ggi/sat)

Advertisement
Advertisement

Artikel Terkait

KPK Terbitkan Sprindik Umum Dugaan TPPU, Usut Aliran Uang Gratifikasi hingga Konversi Aset

KPK Terbitkan Sprindik Umum Dugaan TPPU, Usut Aliran Uang Gratifikasi hingga Konversi Aset

KPK melebar ke penyidikan TPPU Pemkot Madiun. Rumah Wali Kota nonaktif Maidi hingga sejumlah kantor OPD digeledah guna lacak aset.

Sidang Maidi Ungkap ATM Dititipkan ke Pemilik Butik, PIN Ikut Diserahkan

Sidang Maidi Ungkap ATM Dititipkan ke Pemilik Butik, PIN Ikut Diserahkan

Sidang Maidi mengungkap kartu ATM beserta PIN dititipkan kepada pemilik butik. Kartu disebut digunakan membayar pakaian hingga pemeriksaan gigi.

Terungkap di Sidang, Ajudan Maidi Pegang ATM Pribadi dan Bagikan Uang ke Pekerja TPA

Terungkap di Sidang, Ajudan Maidi Pegang ATM Pribadi dan Bagikan Uang ke Pekerja TPA

Ajudan Maidi mengaku memegang ATM Bank Jatim milik wali kota nonaktif dan menyalurkan uang kepada pekerja TPA Winongo.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer