Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hasil Pemeriksaan, 4 Sapi di RPH Kota Madiun Terinfeksi Cacing Hati

M
Penulis: Mizan Ahsani❯
LAYAK KONSUMSI: DKPP Kota Madiun melakukan pemeriksaan antemortem dan postmortem terhadap hewan kurban yang disembelih di RPH kemarin (28/6). (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)
LAYAK KONSUMSI: DKPP Kota Madiun melakukan pemeriksaan antemortem dan postmortem terhadap hewan kurban yang disembelih di RPH kemarin (28/6). (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)

KOTA MAIDUN, Jawa Pos Radar Madiun – Beberapa ekor sapi yang disembelih di rumah pemotongan hewan (RPH) berpenyakit. Tim pemeriksaan kesehatan hewan kurban Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun mendapati satu sapi menderita radang paru-paru atau pneumonia dan empat ekor sapi terinfeksi cacing hati. Bahkan, seekor di antaranya telah mengalami sirosis.


Advertisement

drh Muhammad Sultan, tenaga kesehatan hewan (nakeswan) dari DKPP Kota Madiun mengatakan, ada 14 ekor sapi yang disembelih di RPH kemarin (29/6). Seluruhnya telah dilakukan pemeriksaan antemortmen dan postmortem. Hasilnya, tidak ditemukan sapi bergejala penyakit mulut dan kuku (PMK) dan Lumpy Skin Disease (LSD).

‘’Data keseluruhan belum terkumpul. Tetapi khusus di RPH hari ini (kemarin, Red) kami menemukan empat ekor sapi positif terinfeksi cacing hati yang satu ekor (mengalami) sirosis, dan satu ekor pneumonia,’’ ungkap Sultan.

Meski demikian, pihaknya menyatakan hati tiga ekor sapi yang terinfeksi fasciola hepatica itu tidak parah. Sebaliknya, seekor sapi yang hatinya mengalami sirosis termasuk dalam kategori kronis. Sebab, kondisi hati sapi tersebut sudah rusak. ‘’Berbeda dengan pneumonia atau radang paru-paru pada sapi. Warna paru-paru sapi tersebut lebih gelap, pun konsistensinya lebih keras,’’ jelasnya.

Advertisement

Dengan adanya temuan itu, Sultan merekomendasikan kepada panitia hewan kurban untuk membuang atau menguburkan organ dalam sapi yang terinfeksi cacing hati, sirosis maupun pneumonia. ‘’Jika, ada bagian tubuh yang rusak seperti itu sudah tidak layak untuk dikonsumsi oleh manusia. Namun, hanya bagian yang terinfeksi saja yang dilarang (dikonsumsi),’’ terangnya.

Menurutnya, cacing pada hati tersebut bisa disebabkan oleh pakan dan minum yang kurang bersih. Mengingat cuaca yang sangat terik, biasanya banyak hewan yang mengalami diare. ‘’Adapun penyebab cacing hati pada hewan kurban ini lebih disebabkan karena peternak tidak memberikan obat cacing secara berkala,’’ ujar Sultan.

Di RPH, pemeriksaan sapi sebelum atau sesudah disembelih oleh tim dari DKPP dilakukan langsung dihadapan panitia hewan kurban. ‘’Kuncinya ada pada pemeliharaan. Artinya hewan harus benar-benar diperhatikan, baik dari sisi kesehatan maupun kesejahteraannya,’’ katanya. (mg4/her)

Advertisement

Artikel Terkait

Maknai Iduladha 2026, BRI Pacitan Salurkan 93 Hewan Kurban untuk Kaum Duafa

Maknai Iduladha 2026, BRI Pacitan Salurkan 93 Hewan Kurban untuk Kaum Duafa

BRI Branch Office Pacitan menyalurkan puluhan hewan kurban ke berbagai pelosok desa guna berbagi kebahagiaan dengan masyarakat kurang mampu pada Iduladha 2026.

Tak Pulang Saat Idul Adha, Siswa Sekolah Rakyat Ponorogo Sembelih 8 Hewan Kurban

Tak Pulang Saat Idul Adha, Siswa Sekolah Rakyat Ponorogo Sembelih 8 Hewan Kurban

Siswa Sekolah Rakyat Ponorogo tidak pulang saat Idul Adha. Mereka mengikuti penyembelihan delapan hewan kurban sebagai pembelajaran karakter.

Semarak Iduladha 1447 H, FIFGROUP Cabang Ngawi Berbagi Kurban di Gendingan dan Margomulyo

Semarak Iduladha 1447 H, FIFGROUP Cabang Ngawi Berbagi Kurban di Gendingan dan Margomulyo

Merayakan Iduladha 1447 H, FIFGROUP Cabang Ngawi menyalurkan bantuan hewan kurban untuk masyarakat di lingkungan Masjid At Taqwa dan Masjid Baiturahman.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer