Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Batik Pecel dan Pincuk Asal Madiun Tembus Panggung Dunia

E
Penulis: Erlita H❯
Batik fashion show yang digelar oleh perajin batik Madiun, Sri Muniarti di Hotel Mercure. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN
Batik fashion show yang digelar oleh perajin batik Madiun, Sri Muniarti di Hotel Mercure. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Canting dan kain putih tak pernah lepas dari tangan Murni Sri Muniarti.


Advertisement

Perajin batik asal Jalan Halmahera, Kelurahan Kartoharjo, Kota Madiun, itu konsisten melestarikan batik dengan mengangkat ciri khas lokal yang sarat filosofi.

“Batik bukan sekadar kain bergambar, tapi karya seni yang punya makna. Setiap daerah punya karakter sendiri. Kalau Madiun, ada batik pecel karena pecel itu kuliner legendaris kota ini,” ujar Murni, kemarin (5/10).

Selain motif pecel, Murni juga mengembangkan berbagai desain khas Kota Madiun.

Advertisement

Di antaranya Pincuk Hanguati, Keria Retno Dumilah, Segar Arum, Sejuta Bunga, PSC, hingga motif kereta api.

“Kalau Kabupaten Madiun angkat porang, Kota Madiun punya motif pecel dan kereta api. Semua punya keunikan,” tambah owner Batik Murni tersebut.

Tak hanya dikenal di tingkat lokal, karya Murni sudah menembus panggung internasional.

Advertisement

Ia pernah tampil dalam fashion show di Belanda dan Thailand, serta mengikuti job fair di Bangladesh lewat kerja sama dengan PT INKA.

“Batik Madiun sudah dikenal di luar negeri. Tantangannya sekarang menjaga kualitas dan terus berinovasi,” katanya.

Proses membatik, lanjutnya, membutuhkan ketelatenan tinggi.

Mulai dari membuat sketsa, menyanting dengan malam, mewarnai, hingga pelorotan dan pengeringan.

“Semua butuh kesabaran. Batik itu bukan sekadar hasil, tapi perjalanan panjang,” jelasnya.

Murni berharap generasi muda mau terlibat menjaga warisan budaya ini.

“Anak-anak muda harus bangga memakai batik. Bisa ikut fashion show atau belajar menyanting. Itu bagian dari menjaga identitas bangsa,” pesannya.

Wali Kota Madiun Maidi menegaskan dukungannya terhadap pelestarian batik lokal.

Ia berencana menggelar fashion show khusus anak-anak dengan busana batik tahun depan.

“Madiun punya banyak motif batik. Akan kita kaji mana yang paling merepresentasikan identitas kota,” ujarnya.

Advertisement

Artikel Terkait

KPK Terbitkan Sprindik Umum Dugaan TPPU, Usut Aliran Uang Gratifikasi hingga Konversi Aset

KPK Terbitkan Sprindik Umum Dugaan TPPU, Usut Aliran Uang Gratifikasi hingga Konversi Aset

KPK melebar ke penyidikan TPPU Pemkot Madiun. Rumah Wali Kota nonaktif Maidi hingga sejumlah kantor OPD digeledah guna lacak aset.

Sidang Maidi Ungkap ATM Dititipkan ke Pemilik Butik, PIN Ikut Diserahkan

Sidang Maidi Ungkap ATM Dititipkan ke Pemilik Butik, PIN Ikut Diserahkan

Sidang Maidi mengungkap kartu ATM beserta PIN dititipkan kepada pemilik butik. Kartu disebut digunakan membayar pakaian hingga pemeriksaan gigi.

Terungkap di Sidang, Ajudan Maidi Pegang ATM Pribadi dan Bagikan Uang ke Pekerja TPA

Terungkap di Sidang, Ajudan Maidi Pegang ATM Pribadi dan Bagikan Uang ke Pekerja TPA

Ajudan Maidi mengaku memegang ATM Bank Jatim milik wali kota nonaktif dan menyalurkan uang kepada pekerja TPA Winongo.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer