Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, BPS Kota Madiun Terjunkan 151 Petugas Lapangan

E
Penulis: Erlita H❯
SIAP TURUN LAPANGAN: Petugas Sensus Ekonomi 2026 Kota Madiun mengikuti pelatihan sebelum diterjunkan melakukan pendataan rumah tangga dan pelaku usaha mulai 15 Juni hingga 31 Agustus mendatang. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN
SIAP TURUN LAPANGAN: Petugas Sensus Ekonomi 2026 Kota Madiun mengikuti pelatihan sebelum diterjunkan melakukan pendataan rumah tangga dan pelaku usaha mulai 15 Juni hingga 31 Agustus mendatang. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN

Advertisement

Jawa Pos Radar Madiun – Ribuan rumah tangga dan pelaku usaha di Kota Madiun bakal menjadi sasaran pendataan Sensus Ekonomi (SE) 2026.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun menyiapkan 151 petugas lapangan untuk mengumpulkan data ekonomi masyarakat mulai 15 Juni hingga 31 Agustus mendatang.

Kepala BPS Kota Madiun Abdul Aziz mengatakan, sensus tersebut bertujuan memotret kondisi ekonomi riil masyarakat sebagai dasar penyusunan berbagai kebijakan pembangunan dan ekonomi daerah.

Advertisement

“Setiap petugas akan menangani sekitar 5–10 RT dengan pembagian yang disesuaikan kondisi wilayah dan jumlah penduduk,” ujarnya, kemarin (10/6).

Sebanyak 151 personel yang diterjunkan terdiri atas 131 Petugas Pendata Lapangan (PPL), 17 Pengawas Lapangan (PML), serta tiga petugas khusus untuk pendataan usaha besar.

Sebelum diterjunkan ke lapangan, seluruh petugas telah mengikuti pelatihan intensif yang mencakup pemahaman konsep sensus, teknik wawancara, manajemen lapangan, hingga standar operasional prosedur (SOP) pendataan.

Advertisement

Selain menerima materi di dalam kelas, para petugas juga menjalani simulasi wawancara langsung dengan responden melalui metode role play.

BPS turut menggelar pre-test dan post-test guna mengukur tingkat pemahaman peserta sebelum dan sesudah pelatihan.

Aziz menegaskan kualitas data menjadi faktor penting dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.

Sebab, hasil pendataan akan menjadi rujukan pemerintah dalam menyusun program pembangunan yang lebih tepat sasaran.

Advertisement

Artikel Terkait

Takut Pajak dan Desil Naik, Sejumlah Warga Magetan Tolak Didata BPS

Takut Pajak dan Desil Naik, Sejumlah Warga Magetan Tolak Didata BPS

BPS Magetan masih menyisir warga yang belum merespons pendataan. Ada yang menolak karena takut pajak dan desil kesejahteraan naik.

Hoaks Pajak Hambat Sensus Ekonomi, BPS Madiun Sisir Usaha Digital

Hoaks Pajak Hambat Sensus Ekonomi, BPS Madiun Sisir Usaha Digital

Sensus Ekonomi 2026 di Kota Madiun sempat terhambat hoaks pajak. BPS kini menyisir konten kreator hingga afiliator.

Sensus Ekonomi 2026 di Madiun Capai 95,37 Persen, BPS Temui Warga Menolak

Sensus Ekonomi 2026 di Madiun Capai 95,37 Persen, BPS Temui Warga Menolak

Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Madiun mencapai 95,37 persen. Sebanyak 324.185 sasaran telah terdata hingga 11 Agustus.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer