
Jawa Pos Radar Madiun – SMKN 5 Madiun menghadirkan pendekatan berbeda dalam pendidikan karakter.
Melalui program Kamis Kreasi, siswa diberi kesempatan datang ke sekolah tanpa mengenakan seragam.
Namun, kebebasan tersebut justru dimanfaatkan sekolah untuk mengajarkan etika berpakaian dan kesopanan di ruang publik.
Kepala SMKN 5 Madiun Rofiq Ali Muhsin mengatakan, program tersebut dirancang bukan sekadar memberikan ruang berekspresi bagi peserta didik.
Lebih dari itu, sekolah ingin menanamkan pemahaman bahwa setiap situasi memiliki norma dan tata cara berpakaian yang perlu dihormati.
“Ketika mengurus KTP, melamar pekerjaan, atau datang ke instansi pemerintah, ada etika berpakaian yang harus dipahami. Itu yang ingin kami tanamkan,” ujarnya, Rabu (17/6).
Menurut Rofiq, kreativitas tidak boleh dimaknai sebagai kebebasan tanpa batas.
Karena itu, meskipun tidak memakai seragam sekolah, siswa tetap diwajibkan mengenakan pakaian yang sopan, memakai sepatu, dan menjaga penampilan sesuai norma yang berlaku.
Sekolah juga memilih pendekatan edukatif apabila menemukan siswa yang dinilai kurang tepat dalam berpenampilan.
Guru tidak langsung memberikan hukuman, melainkan melakukan pembinaan dan pendampingan agar siswa memahami alasan di balik aturan tersebut.



