Cuaca Madiun Raya Berubah, BMKG Ingatkan Ancaman Petir dan Angin Kencang

Jawa Pos Radar Madiun – Cuaca di Madiun Raya berpotensi berubah dalam beberapa hari ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan peluang hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang sesaat.
Kewaspadaan terutama diperlukan di kawasan lereng Gunung Lawu serta perbukitan Ponorogo dan Pacitan. Wilayah tersebut berpotensi mengalami peningkatan pembentukan awan hujan akibat dinamika atmosfer.
Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Madya BMKG Nganjuk Setiyaris mengatakan, peningkatan potensi hujan dipengaruhi melemahnya Monsun Australia dan interaksi angin di wilayah regional.
Aktivitas gelombang atmosfer turut mendukung pertumbuhan awan konvektif yang dapat menghasilkan hujan dengan intensitas tinggi.
’’Peningkatan potensi hujan ini belum tentu menandakan berakhirnya pengaruh El Niño dan IOD positif. Masyarakat tetap perlu mewaspadai perubahan cuaca beserta dampaknya,’’ ujarnya, Kamis (29/10).
Menurut Setiyaris, peningkatan potensi cuaca ekstrem diprakirakan terjadi pada Rabu (28/10) sore.
Pertumbuhan awan konvektif berpeluang memicu hujan sedang hingga lebat pada siang sampai sore hari. Hujan tersebut dapat disertai petir dan hembusan angin kencang sesaat.
’’Wilayah lereng Gunung Lawu serta kawasan perbukitan Ponorogo dan Pacitan perlu meningkatkan kewaspadaan,’’ terangnya.
Suhu udara di wilayah Madiun Raya diprakirakan berkisar 23–34 derajat Celsius. Sementara itu, kecepatan angin diperkirakan mencapai 10–25 kilometer per jam.
Pada Kamis (29/10), intensitas hujan diprediksi mulai menurun. Namun, perubahan kondisi atmosfer tetap perlu diperhatikan, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.



