alexametrics
30.5 C
Madiun
Monday, May 16, 2022

Tantangan Bisnis Barbershop di Tengah Pandemi

JIWAN, Jawa Pos Radar Madiun – Bisnis barbershop (pangkas rambut) mulai pulih. Itu seiring kelonggaran pembatasan aktivitas masyarakat. Seperti dimulainya pembelajaran tatap muka (PTM) maupun sektor perkantoran. ‘’Karena anak-anak belajar di rumah saat kasus meningkat tahun lalu,’’ kata Wibowo Jumeno, pengelola WS Barbershop Jiwan, Kabupaten Madiun, Selasa (25/1).

Wibowo mengungkapkan, sebelumnya bisnis barbershop sempat lesu terdampak pandemi Covid-19. Kini bisnis tersebut dituntut adaptif dengan pandemi. Seluruh peralatan, seperti pisau cukur dan handuk, wajib diganti setelah digunakan oleh satu pelanggan. Pun kursi yang digunakan harus standar barbershop dan wajib disterilisasi setelah digunakan. ‘’Itu juga yang membedakan pangkas rambut biasa dengan barbershop,’’ ujarnya.

Tantangan lain, bisnis ini semakin menjamur. Barbershop dituntut memberikan kualitas pelayanan terbaik. Tidak hanya menawarkan tempat representatif, namun juga memiliki sumber daya manusia (SDM) andal. ‘’Pemangkas rambut harus punya skill yang profesional,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Pemkab Madiun Sebut Produksi Padi 6,8 Ton Per Hektare Dinilai Kurang

Terpisah, Owner Al Barbershop Caruban Reynaldo Jassin bersyukur bisnisnya kembali menggeliat. Kondisi saat ini lebih stabil ketimbang dua tahun terakhir. Bedanya, kini harus menerapkan protokol kesehatan ketat. ‘’Minimal wajib pakai masker dan hand sanitizer,’’ kata Aldo, sapaan akrabnya.

Dia sepakat bisnis barbershop harus dijalankan dengan profesional. Owner mesti jeli dalam memilih SDM. Karena itu, Aldo kerap memberikan pelatihan khusus agar karyawan memenuhi standar usahanya. Di samping skill, pemangkas rambut wajib memiliki attitude. ‘’Tingkah laku harus sopan dan jujur,” tegasnya.

Dengan persaingan ketat, pemilik usaha dituntut menawarkan inovasi. Tanpa sesuatu yang baru, dipastikan usaha bakal gulung tikar. Mengingat barbershop kini menjadi tempat jujukan cukur rambut modern yang menawarkan pelayanan lebih. ‘’Owner juga harus memperhatikan target market yang tepat,’’ pungkasnya. (rio/c1/kid)

JIWAN, Jawa Pos Radar Madiun – Bisnis barbershop (pangkas rambut) mulai pulih. Itu seiring kelonggaran pembatasan aktivitas masyarakat. Seperti dimulainya pembelajaran tatap muka (PTM) maupun sektor perkantoran. ‘’Karena anak-anak belajar di rumah saat kasus meningkat tahun lalu,’’ kata Wibowo Jumeno, pengelola WS Barbershop Jiwan, Kabupaten Madiun, Selasa (25/1).

Wibowo mengungkapkan, sebelumnya bisnis barbershop sempat lesu terdampak pandemi Covid-19. Kini bisnis tersebut dituntut adaptif dengan pandemi. Seluruh peralatan, seperti pisau cukur dan handuk, wajib diganti setelah digunakan oleh satu pelanggan. Pun kursi yang digunakan harus standar barbershop dan wajib disterilisasi setelah digunakan. ‘’Itu juga yang membedakan pangkas rambut biasa dengan barbershop,’’ ujarnya.

Tantangan lain, bisnis ini semakin menjamur. Barbershop dituntut memberikan kualitas pelayanan terbaik. Tidak hanya menawarkan tempat representatif, namun juga memiliki sumber daya manusia (SDM) andal. ‘’Pemangkas rambut harus punya skill yang profesional,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Masuk Kabupaten Madiun Diperketat

Terpisah, Owner Al Barbershop Caruban Reynaldo Jassin bersyukur bisnisnya kembali menggeliat. Kondisi saat ini lebih stabil ketimbang dua tahun terakhir. Bedanya, kini harus menerapkan protokol kesehatan ketat. ‘’Minimal wajib pakai masker dan hand sanitizer,’’ kata Aldo, sapaan akrabnya.

Dia sepakat bisnis barbershop harus dijalankan dengan profesional. Owner mesti jeli dalam memilih SDM. Karena itu, Aldo kerap memberikan pelatihan khusus agar karyawan memenuhi standar usahanya. Di samping skill, pemangkas rambut wajib memiliki attitude. ‘’Tingkah laku harus sopan dan jujur,” tegasnya.

Dengan persaingan ketat, pemilik usaha dituntut menawarkan inovasi. Tanpa sesuatu yang baru, dipastikan usaha bakal gulung tikar. Mengingat barbershop kini menjadi tempat jujukan cukur rambut modern yang menawarkan pelayanan lebih. ‘’Owner juga harus memperhatikan target market yang tepat,’’ pungkasnya. (rio/c1/kid)

Most Read

Artikel Terbaru

/