Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Belajar dari Kasus Kekerasan di Daycare Depok, Ini Tips Memilih Tempat Penitipan Anak yang Tepat

Mizan Ahsani • Senin, 5 Agustus 2024 | 16:00 WIB
Ilustrasi daycare (ANTARA)
Ilustrasi daycare (ANTARA)

Jawa Pos Radar Madiun - Kasus kekerasan terhadap anak di sebuah daycare di Depok, Jawa Barat, sepekan terakhir viral hingga ramai menghiasi pemberitaan.

Buntut kekerasan tersebut, Polres Metro Depok meringkus pemilik daycare berinisial MI yang berlokasi di Jalan Alternatif Cibubur Kav. Ruko DDN, Harjamukti, Cimanggis, Depok.

Pemilik daycare tersebut telah dilaporkan dengan dugaan melakukan kekerasan terhadap balita berinisial MK, 2, hingga mengalami trauma serta luka memar.

Psikolog anak dan keluarga Sani Hermawan memberikan tips cara memilih daycare atau tempat penitipan anak yang kredibel.

Terlebih baru-baru ini terjadi penganiayaan balita di sebuah tempat penitipan anak atau daycare, di Depok.

Menurut psikolog lulusan Universitas Indonesia itu terdapat beberapa cara untuk menilai kredibilitas sebuah daycare, seperti mengecek latar belakang dari tempat penitipan anak tersebut.

"Yang pertama dari pengalaman, berapa lama mereka berdiri, siapa yang mendirikan. Kemudian kita juga bisa minta info profil dari orang yang menjaga anak kita di sana," ujarnya, via Antara.

"Apakah dari jurusan psikologi, random di bidang studi, atau harus ada sertifikat khusus misalnya dia telah lulus menjadi terapis anak, itu penting sekali," sambungnya, Minggu (4/7).

Selanjutnya, penting untuk mencari tahu soal kesaksian atau testimoni para pelanggan yang lebih dulu memakai jasa, dan juga melakukan wawancara pihak 'daycare' tersebut.

Memilih daycare yang memiliki kamera pengawas atau cctv, tidak mudah tergiur dengan harga yang murah, dan jangan lupa untuk memantau dengan menanyakan lewat anak usai dititipkan.

Namun, apabila anak belum dapat berbicara, bisa melihatnya melalui perubahan perilakunya.

"Kita bisa observasi apakah anak jadi takut masuk ke daycare, anak meringis, atau anak pulang akhirnya jadi kurang semangat, sensitif, sering menangis."

"Itu juga perlu kita observasi untuk mendeteksi sejauh mana anak kita merasakan kenyamanan atau ketidaknyamanan ketika di daycare," imbuh Direktur Lembaga Psikologi Daya Insani itu.

Sani menambahkan meskipun hal itu tidak mudah, tapi bisa dilakukan seiring berjalannya waktu, dan orang tua perlu selektif dalam memilih daycare untuk menitipkan anaknya. (naz)

 

Editor : Mizan Ahsani
#kekerasan #depok #penitipan #anak #psikolog #tips #Viral #daycare