Jawa Pos Radar Madiun - Seserahan pernikahan bukan hanya simbol tradisi, tetapi juga wujud keseriusan calon pengantin pria kepada calon mempelai wanita.
Agar tetap bermakna tanpa memberatkan, memilih isi seserahan sebaiknya melalui beberapa hal.
Di antaranya, diskusi keluarga, perencanaan anggaran, serta pemilihan barang yang bermanfaat sekaligus sesuai adat.
1. Diskusi dengan Keluarga dan Pahami Adat Setempat
Libatkan keluarga besar: Seserahan biasanya disepakati bersama agar tidak menimbulkan perbedaan persepsi.
Sesuaikan adat daerah: Tradisi Jawa, Sunda, Betawi, atau daerah lain memiliki simbol seserahan berbeda.
Memahami aturan adat membantu menjaga makna budaya tetap utuh.
2. Perencanaan Anggaran Seserahan
Tetapkan anggaran khusus: Sisihkan dana tersendiri agar tidak mengganggu biaya utama pernikahan.
Utamakan kualitas, bukan harga: Seserahan tidak harus mewah, cukup bermanfaat dan sesuai kemampuan finansial.
3. Menentukan Isi Seserahan yang Tepat
Barang kebutuhan sehari-hari: Skincare, perlengkapan mandi, busana, atau tas bisa jadi pilihan praktis.
Simbol makna pernikahan:
Sepatu → kesiapan menapaki kehidupan baru.
Perhiasan → simbol komitmen dan kesejahteraan.
Perlengkapan ibadah → doa agar rumah tangga berlandaskan agama.
Sentuhan personal: Tambahkan barang yang disukai calon mempelai wanita agar lebih berkesan.
4. Makna Seserahan dalam Pernikahan
Simbol keseriusan: Bukti kesanggupan calon suami menafkahi rumah tangga.
Harapan kehidupan bersama: Setiap isi seserahan membawa doa dan keberkahan agar pernikahan langgeng, harmonis, dan bahagia. (cor)
Editor : Andi Chorniawan