Jawa Pos Radar Madiun – Sejak pertama kali meluncurkan iPhone generasi pertama pada 2007, Apple telah merilis 19 seri utama iPhone, di luar lini SE.
Namun dari semua seri itu, ada satu misteri yang hingga kini masih sering dibicarakan penggemar: kenapa tidak pernah ada iPhone 9?
Jika menelusuri jejaknya, Apple sempat meluncurkan iPhone 8 pada 2017, lalu setahun kemudian langsung merilis iPhone X (dibaca iPhone Ten).
Artinya, perusahaan asal Cupertino itu melompati satu angka dari 8 ke 10 tanpa menjelaskan alasannya secara resmi.
Keputusan ini pun menimbulkan banyak spekulasi di kalangan pengguna dan pengamat teknologi.
Bukan Salah Hitung, Tapi Strategi Besar Apple
Baca Juga: Resmi! iPhone 17 Bisa Dipesan di Indonesia Mulai 10 Oktober 2025
Meski Apple tak pernah memberi pernyataan resmi, banyak pihak menduga absennya iPhone 9 adalah strategi pemasaran yang terencana.
Langkah ini mirip dengan apa yang pernah dilakukan Microsoft, yang melewatkan Windows 9 dan langsung melompat ke Windows 10.
Kala itu, Kepala Divisi Windows Joe Belfiore mengenakan kaos dengan tulisan biner bertuliskan pesan tersembunyi, “Windows 10, because 7 8 9.” Permainan kata itu bermakna humoris – “7 ate 9” atau “7 memakan 9.”
Baca Juga: Heboh Bocoran iPhone 17: Kamera Ganti Posisi dan Diupgrade Gede-gedean
Namun di balik guyonan itu, Microsoft sesungguhnya ingin menunjukkan lompatan besar dalam teknologi dan menegaskan bahwa Windows 10 adalah era baru.
Strategi serupa tampaknya diterapkan oleh Apple.
Dengan langsung melompat ke iPhone X, Apple ingin menegaskan bahwa produk ini bukan sekadar penerus iPhone 8, tetapi simbol perubahan besar dalam sejarah iPhone.
Baca Juga: Deretan Kelebihan Apple Watch SE, Jam Tangan Pintar yang Siap Menemani dalam Aktivitas Sehari-hari
iPhone X: Tonggak Era Baru
Peluncuran iPhone X pada 2017 bertepatan dengan ulang tahun ke-10 iPhone, sehingga huruf “X” (angka Romawi 10) dianggap melambangkan perayaan satu dekade inovasi.
iPhone X memperkenalkan desain revolusioner tanpa tombol Home, layar penuh berponi, dan teknologi Face ID yang kala itu baru pertama kali digunakan.
Inovasi besar ini membuat Apple memilih nama “X” alih-alih “10,” agar tetap terasa eksklusif dan tidak menyinggung pengguna iPhone 8 yang dirilis bersamaan.
Baca Juga: Heboh Bocoran iPhone 17: Kamera Ganti Posisi dan Diupgrade Gede-gedean
Jika kala itu Apple benar-benar memberi nama “iPhone 10,” pengguna iPhone 8 bisa merasa membeli produk “jadul,” padahal keduanya sama-sama generasi baru.
Dengan demikian, iPhone X bukan iPhone 10, melainkan iPhone edisi spesial — simbol transisi besar menuju desain dan teknologi masa depan Apple.
Tradisi Huruf “X” di Produk Apple
Baca Juga: 5 iPhone Terbaik untuk WFA PNS 2025: Hemat Baterai, Kamera Jernih, dan Performa Mantap
Penggunaan huruf “X” sebenarnya bukan hal baru bagi Apple.
Perusahaan ini beberapa kali memakai simbol tersebut pada produk penting yang menandai perubahan besar atau perayaan momentum penting.
Contohnya, Mac OS X yang menggantikan Mac OS 9 pada tahun 2000, OS X El Capitan pada 2015, dan Final Cut Pro X yang menjadi tonggak baru software editing profesional Apple.
Huruf “X” dalam tradisi Apple sering diartikan sebagai lambang “eXperience” atau “eXtreme innovation.”
Baca Juga: Begini Cara Mudah dan Praktis Ubah ChatGPT Jadi Asisten Digital Android, Super Cepat dan Interaktif
Jadi, ketika Apple memperkenalkan iPhone X, simbol itu bukan sekadar angka 10 — melainkan tanda bahwa produk tersebut menghadirkan lompatan besar dalam desain, teknologi, dan pengalaman pengguna. (gar)