Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Profil dan Silsilah Lengkap Pandawa Lima, Para Tokoh Protagonis Wayang Kulit Jawa

Deni Kurniawan • Rabu, 19 November 2025 | 02:47 WIB
Ilustrasi tokoh wayang kulit Pandawa Lima versi Jawa.
Ilustrasi tokoh wayang kulit Pandawa Lima versi Jawa.

Jawa Pos Radar Madiun - Dalam jagad pewayangan Jawa, Pandawa adalah lima ksatria utama.

Mereka menjadi simbol satya (kesetiaan), darma (kebajikan), dan perjuangan melawan ketidakadilan.

Kisah hidup mereka menjadi inti dari epos Mahabharata dan menjadi lakon paling populer dalam wayang kulit.

Berikut profil dan silsilah lengkap para tokoh protagonis wayang kulit tersebut:

Silsilah Keluarga Pandawa

Pandawa adalah putra-putra Prabu Pandu dari Hastina yang lahir melalui anugerah dewata karena Prabu Pandu terkena kutukan sehingga tidak boleh berhubungan dengan istrinya.

Pandu memiliki dua permaisuri. Pertama Dewi Kunti. Yang kedua Dewi Madrim.

Dari dua permaisuri inilah lahir lima ksatria Pandawa.

Putra Kunti

1. Yudistira (Puntadewa) – putra Dewa Dharma.

2. Bima (Werkudara, Bratasena) – putra Batara Bayu.

3. Arjuna (Janaka) – putra Batara Indra

Putra Madrim

4. Nakula – putra Batara Aswin

5. Sadewa – putra Batara Aswin

Pandawa juga memiliki ayah angkat, yakni: Prabu Destarata (Dretarastra) – kakak Pandu.

Kemudian, juga memiliki paman agung yang membesarkan mereka, Resi Abiyasa. Guru utama mereka adalah Resi Durna

Profil Lima Ksatria Pandawa

1. Yudistira (Puntadewa) memiliki profil dan sebutan Sang Raja Suci.

Ibu: Dewi Kunti.

Dewa Ayah: Batara Dharma.

Sifat utama: jujur, adil, welas asih.

Senjata: Jamus Kalimasada.

Gelar: Prabu Yudistira, Dharmakusuma.

Yudistira adalah sulung Pandawa, simbol darma dan keadilan. Dia dikenal tidak pernah berbohong (kecuali sekali atas strategi Kresna di perang Bharatayudha). Dalam wayang Jawa, dia digambarkan berwajah tenang, bertata krama baik, dan berhati bening.

2. Werkudara (Bima, Bratasena) – Sang Ksatria Besar

Ibu: Dewi Kunti.

Dewa Ayah: Batara Bayu.

Sifat utama: jujur, berani, sakti, tidak neko-neko.

Senjata: Gada Rujakpolo, Pancanaka.

Gelar: Raden Bima, Bratasena.

Bima adalah tokoh yang selalu membela kaum lemah. Dalam wayang kulit ia digambarkan bertubuh besar, suara menggelegar, dan tegas. Meski keras, ia sangat setia dan tidak pernah mengkhianati janji.

3. Arjuna (Janaka) – Ksatria Tampan Pemanah Ulung

Ibu: Dewi Kunti.

Dewa Ayah: Batara Indra.

Sifat utama: tenang, cerdas, ahli strategi.

Senjata: Busur Gandewa, panah Pasopati.

Gelar: Prabu Karna Jina, Parta, Janaka.

Arjuna adalah pemanah terhebat dalam pewayangan. Ia juga dikenal tampan dan disukai para bidadari. Dalam banyak lakon, Arjuna menjadi tokoh inti yang memegang misi berat dari para dewa.

4. Nakula – Si Budiman dan Berhati Benar

Ibu: Dewi Madrim.

Dewa Ayah: Batara Aswin.

Sifat utama: jujur, cermat, penyabar.

Keahlian: pengobatan, perawatan kuda.

Gelar: Raden Nakula, Pinten.

Nakula adalah ksatria yang tenang dan teliti. Ia ahli memelihara kuda dan memiliki kecakapan bertarung menggunakan pedang. Nakula melambangkan ketelitian dan kesetiaan.

5. Sadewa – Si Bijak Berakal Encer

Ibu: Dewi Madrim.

Dewa Ayah: Batara Aswin.

Sifat utama: sangat cerdas, pendiam.

Keahlian: perhitungan, astronomi, strategi.

Gelar: Raden Sadewa, Tangsen.

Dalam pewayangan Jawa, Sadewa terkenal dengan kecerdasannya. Ia juga menjadi tokoh penting dalam lakon Dewa Ruci, Sudamala, dan ritual pembebasan para dewa dari kutukan.

Kelima tokoh wayang kulit ini menjadi fondasi nilai luhur dalam filsafat Jawa. (den)

Editor : Deni Kurniawan
#Puntadewa #ibu #bima #Pandawa #nakula #wayang kulit #sadewa #arjuna #jawa #wayang #keluarga #Silsilah Pandawa #Pandu #profil #silsilah