Jawa Pos Radar Madiun - Pro Action Parrot disebut sebagai salah satu sepeda lipat paling worth it di kelas harga terjangkau.
Desainnya sekilas mengingatkan pada Brompton, namun dengan banderol yang jauh lebih ramah di kantong.
Sepeda ini banyak dipilih oleh pengguna perkotaan yang membutuhkan kendaraan praktis untuk commuting sekaligus mudah disimpan di ruang terbatas.
1. Kelebihan Pro Action Parrot
Rangka ringan dan kuat
Material chromoly steel memberikan keseimbangan antara bobot ringan dan daya tahan, ideal untuk penggunaan harian di perkotaan.
Sistem gigi internal Sturmey Archer
Pilihan 3-speed atau 5-speed menawarkan perpindahan gigi yang halus, tahan lama, dan tidak rewel dalam perawatan.
Mekanisme lipat ringkas
Sepeda dapat dilipat dengan ukuran yang cukup kompak, memudahkan penyimpanan di apartemen, kantor, atau transportasi umum.
Nilai harga yang kompetitif
Dengan spesifikasi yang ditawarkan, Pro Action Parrot tergolong memberikan value for money yang kuat, terutama saat dibeli dengan diskon.
Di marketplace, harga sepeda lipat ini di kisaran Rp 1,9 juta hingga Rp 2,3 juta.
Potensi modifikasi tinggi
Rangka yang solid membuat sepeda ini populer di kalangan pengguna yang gemar melakukan upgrade dan personalisasi.
2. Kekurangan dan Hal yang Perlu Diperhatikan
Komponen bawaan tergolong standar
Shifter, grip, dan pedal bawaan berada di level entry, sehingga banyak pengguna memilih menggantinya untuk meningkatkan kenyamanan dan performa.
Detail pengerjaan kalah rapi dibanding merek premium
Beberapa bagian, seperti engsel lipatan, dinilai kurang presisi jika dibandingkan dengan sepeda lipat kelas atas.
Kendati demikian, Pro Action Parrot secara keseluruhan adalah pilihan menarik bagi pengguna yang mencari sepeda lipat fungsional dengan harga masuk akal.
Sepeda ini sangat cocok bagi yang tidak terlalu mempermasalahkan detail estetika dan melihatnya sebagai kanvas untuk di-upgrade sesuai selera.
Namun, jika menginginkan pengalaman berkendara dengan rasa premium sejak awal, perlu disiapkan tambahan biaya untuk peningkatan komponen. (cor)
Editor : Andi Chorniawan