Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Back to 70–90’s! Aksesori Leher hingga Celana Kargo Jadi Tren Fashion 2026

Erlita H • Senin, 19 Januari 2026 | 16:00 WIB
EKSPRESI DIRI: Tren fashion 2026 menandai kembalinya gaya 70–90-an dengan sentuhan modern, mulai aksesori leher hingga celana kargo longgar. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN
EKSPRESI DIRI: Tren fashion 2026 menandai kembalinya gaya 70–90-an dengan sentuhan modern, mulai aksesori leher hingga celana kargo longgar. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Tren fashion 2026 bergerak ke arah ekspresi individu.

Perpaduan gaya era 1970–1990-an dengan sentuhan modern kembali menguat, seiring kebutuhan generasi muda menegaskan identitas diri melalui busana.

Owner Ridho Agency, Ridho Sasongko, menyebut dunia fashion kini tak lagi terikat pakem tunggal.

“Sekarang lebih bebas. Orang mengekspresikan diri lewat pakaian. Ada flashback ke gaya lama, tapi dikemas modern,” ujarnya, Senin (19/1).

Menurut Ridho, tren busana 2026 mulai menonjol dari area leher.

Aksesori seperti statement necklace, scarf, hingga syal kembali digemari dan menjadi focal point penampilan.

Motif garis atau stripe khas era 1970-an juga kembali naik daun.

Garis horizontal mendatar mulai banyak digunakan sejak akhir 2025, dipadukan dengan potongan high neck, V-neck, kerah besar, hingga gaya preppy ala busana kantoran.

Untuk bawahan, celana kargo dengan potongan longgar dan banyak saku kembali diminati.

Begitu pula loose pants yang dinilai nyaman dan fleksibel untuk aktivitas harian.

“Ditambah aksesori kecil seperti cincin dan gelang. Sekarang aksesori sudah enggak kenal gender,” katanya.

Pria 39 tahun asal Kelurahan Pilangbango itu menilai tren fashion bersifat siklikal.

Gaya lama kerap kembali populer, terutama di kalangan anak muda yang sedang mencari jati diri.

“Mereka lagi cari identitas. Makanya gaya 70–90-an itu kena,” jelasnya.

Dari sisi warna, tren 2026 mengarah ke nuansa lembut hingga mewah, seperti cloud white, emas, rose gold, hijau emerald, hingga hitam yang tak lekang zaman.

Sementara dari sisi material, konsumen lebih memilih bahan yang adem, fleksibel, dan terjangkau.

Perilaku belanja pun ikut bergeser. Generasi saat ini dinilai lebih kreatif memadu-padankan busana dari e-commerce dibanding mengejar merek ternama.

“Kalau dulu milenial kejar brand. Sekarang orang lebih mikir aman secara finansial. Investasinya ke emas,” imbuh Ridho.

Untuk fashion pria, gaya rapi ala kantoran masih mendominasi.

Sedangkan perempuan cenderung memilih rok mekar bergaya Korea yang simpel namun tetap stylish.

Pengaruh Korea masih kuat, mulai dari potongan rambut, riasan wajah, hingga busana.

Meski demikian, Ridho menegaskan desainer lokal tetap memiliki pasar kuat, khususnya untuk busana formal seperti batik dan kebaya.

“Kalau acara resmi, batik dan kebaya itu enggak pernah mati. Kebaya pasti terus berkembang,” tegasnya.

Ia pun berpesan agar masyarakat tidak memaksakan diri mengikuti tren.

“Pilih fashion sesuai porsi dan kemampuan. Jadi diri sendiri itu jauh lebih keren. Yang penting nyaman,” pungkasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#tren fashion 2026 #Celana kargo #fashion anak muda #gaya korea #gaya 70 90 an #statement necklace #tren busana terbaru