Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pencak Silat, Potensi Kota Madiun yang Bisa Mendunia

H
Penulis: Hengky Ristanto❯
IDENTITAS: Seni bela diri pencak silat ditampilkan dalam salah satu acara di Balai Kota Madiun beberapa waktu lalu. Pemkot Madiun berkomitmen mengangkat potensi lokal ini ke kancah internasional. (BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN)
IDENTITAS: Seni bela diri pencak silat ditampilkan dalam salah satu acara di Balai Kota Madiun beberapa waktu lalu. Pemkot Madiun berkomitmen mengangkat potensi lokal ini ke kancah internasional. (BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN)
KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kota Madiun tak bisa lepas dari pencak silat. Belasan perguruan pencak silat ada di kota ini. Bahkan, beberapa di antaranya lahir di Kota Pendekar ini. Identitas tersebut coba digaungkan hingga kancah internasional.

‘’Kami berupaya membawa pencak silat semakin mendunia dan membawa manfaat ke depannya,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi, Jumat (4/11).

Menurut Maidi, butuh peran dan pemikiran bersama berbagai pihak untuk mengemas pencak silat menjadi lebih menjual atau menarik perhatian masyarakat luas. Untuk itu, seluruh pihak harus punya andil membangun pencak silat serta menghapus stigma perselisihan antarperguruan. ‘’Pemkot berkomitmen mewujudkan itu,’’ ujarnya.

Salah satunya mewadahi kreativitas anak muda untuk unjuk keterampilan seni pencak silat atau bela diri. Pencak silat acap ditampilkan di acara atau kegiatan pemkot. Bahkan, pemkot memiliki program ekstrakulikuler pencak silat untuk jenjang SD dan SMP.

‘’Minat dan bakat siswa harus diwadahi dan didukung secara maksimal. Termasuk pencak silat,’’ tuturnya.

Upaya itu, lanjut Maidi, guna membentuk atlet-atlet pencak silat profesional. Baik kategori seni maupun laga. Sebab, jika kelak mereka berprestasi bakal membawa nama pencak silat dan Kota Madiun harum di tingkat nasional maupun internasional.

Sehingga, keberagaman perguruan pencak silat di Kota Pendekar ini diharapkan mampu mendukung upaya tersebut. ‘’Banyaknya perguruan pencak silat bukan menjadi pemicu konflik atau perselisihan. Melainkan membuat Kota Pendekar ini memiliki potensi yang luar biasa,’’ jelasnya. (ggi/sat)

Advertisement
Advertisement

Artikel Terkait

Defile 3 Ribu Pendekar Warnai Peringatan Sumpah Pemuda di Kampung Pesilat Madiun

Defile 3 Ribu Pendekar Warnai Peringatan Sumpah Pemuda di Kampung Pesilat Madiun

Ribuan pesilat dari 14 perguruan menggelar defile persatuan pada peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Alun-alun Caruban. Bupati Madiun tegaskan pesan guyub rukun.

2.200 Pesilat Berlaga di Bupati Cup VIII Magetan 2026, Dorong Lahirnya Atlet Berprestasi

2.200 Pesilat Berlaga di Bupati Cup VIII Magetan 2026, Dorong Lahirnya Atlet Berprestasi

Lebih dari 2.200 pesilat mengikuti Bupati Cup VIII Magetan 2026 di GOR Ki Mageti pada 23–25 Oktober. Kejuaraan dibuka Bupati Nanik Endang Rusminiarti.

Dari 739 Ribu Penduduk Kabupaten Madiun, 422 Ribu Tercatat sebagai Pesilat

Dari 739 Ribu Penduduk Kabupaten Madiun, 422 Ribu Tercatat sebagai Pesilat

Sekitar 422 ribu dari 739 ribu warga Kabupaten Madiun tercatat sebagai anggota perguruan silat. Kerukunan dinilai penting menjaga kondusivitas.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer