Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Peduli Lansia–Disabilitas, Kemensos Beri Program Atensi, Pemkot Bagikan BLTD

M
Penulis: Mizan Ahsani❯
PEDULI: Wali Kota Madiun Maidi menyerahkan bantuan secara simbolis dari program Atensi Kemensos kepada warganya yang masuk dalam kelompok lansia dan disabilitas. (DISKOMINFO UNTUK RADAR MADIUN)
PEDULI: Wali Kota Madiun Maidi menyerahkan bantuan secara simbolis dari program Atensi Kemensos kepada warganya yang masuk dalam kelompok lansia dan disabilitas. (DISKOMINFO UNTUK RADAR MADIUN)

KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Bantuan sosial (bansos) program atensi dari Kementerian Sosial (Kemensos) digelontorkan kepada kelompok disabilitas dan lanjut usia (lansia) di Kota Madiun. Total ada sebanyak 214 orang penerima bansos yang disalurkan secara simbolis oleh Wali Kota Madiun Maidi pada Selasa (27/6) lalu.


Advertisement

Maidi mengatakan, bantuan atensi ini merupakan akronim dari asistensi rehabilitasi sosial yang digagas oleh Kemensos. Adapun nilai bantuan yang digelontorkan bagi lansia dan disabilitas di Kota Madiun sebesar Rp 150 juta untuk 214 penerima. Meliputi 200 penerima bantuan pemenuhan hidup layak, 10 penerima bantuan pengembangan kewirausahaan, dan empat penerima bantuan aksesibilitas. ‘’Alhamdulillah ini wujud kepedulian pemerintah kepada warga Kota Madiun. Apalagi, ada bantuan bagi mereka yang produktif berwira-usah,’’ katanya kemarin (1/7).

Dia menilai lansia maupun disabilitas di Kota Madiun cukup produktif. Kelompok disabilitas misalnya. Mereka mampu menjalankan usaha secara mandiri melalui program pemberdayaan. Salah satunya berupa produksi telur asin.

Kemampuan itu mereka peroleh setelah sebelumnya diberikan pelatihan oleh dinas sosial pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak (dinsos PPPA). ‘’Selain pelatihan, pemkot membantu pemasaran produksi telur asin. Bahkan, saya mewajibkan hidangan di setiap acara berasal dari produk mereka,’’ ujar Maidi.

Advertisement

Maidi menyatakan bantuan tidak berhenti sampai di sini. Karena masih ada bantuan untuk triwulan ketiga dan keempat. Sambil menunggu bantuan tersebut direalisasikan, dinsos PPPA juga bakal melakukan pemutakhiran data. Sehingga, bantuan yang disalurkan dapat tepat sasaran. ‘’Harus tepat sasaran. Karena bantuan ini sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan,’’ terangnya.

Selain itu, Pemkot Madiun juga menggulirkan bantuan langsung tunai daerah (BLTD) kepada 2.800 keluarga penerima manfaat (KPM). Masing-masing KPM menerima bantuan sebesar Rp 200 ribu per bulan.  Adapun BLTD tahun ini telah dicairkan untuk periode Januari–Maret. (ggi/her)

Seputar Bansos

Advertisement

Penerima Program Atensi

  • 200 penerima bantuan pemenuhan hidup layak
  • 10 penerima bantuan pengembangan kewirausahaan
  • 4 penerima bantuan aksesibilitas

Nilai total bantuan: Rp 150 juta

Penerima BLTD: 2.800 KPM

Besaran bantuan: Rp 200 ribu per bulan

Advertisement

Artikel Terkait

Lansia Ngebrok di Kota Madiun Masuk Desil Atas, Pemkot Laporkan Ketidaksesuaian Data Bansos ke Pusat

Lansia Ngebrok di Kota Madiun Masuk Desil Atas, Pemkot Laporkan Ketidaksesuaian Data Bansos ke Pusat

Lansia tak berdaya di Patihan, Kota Madiun, tercatat masuk desil atas meski membutuhkan bantuan. Pemkot usulkan perbaikan data.

Aplikasi SERASI Polije PSDKU Ngawi Bantu Ungkap Masalah Kesehatan Lansia, Mayoritas Hipertensi

Aplikasi SERASI Polije PSDKU Ngawi Bantu Ungkap Masalah Kesehatan Lansia, Mayoritas Hipertensi

Sebanyak 71,3 persen lansia di Kabupaten Ngawi terdeteksi mengidap hipertensi. Riset Polije PSDKU Ngawi melalui aplikasi SERASI mengungkap obesitas dan stres sebagai pemicu utama.

Cegah Penyakit Jantung, RSUD dr Sayidiman Magetan Ajak Masyarakat Aktif Bergerak

Cegah Penyakit Jantung, RSUD dr Sayidiman Magetan Ajak Masyarakat Aktif Bergerak

RSUD dr Sayidiman Magetan rutin menggelar senam jantung untuk menekan risiko penyakit jantung akibat kebiasaan minim bergerak.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer