Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dicari! Burung Murai Batu–Kacer Paling Cerewet

M
Penulis: Mizan Ahsani❯
BERKICAU: Puluhan ekor burung Murai Batu, Kacer, dan Cender diperlombakan di Lapangan Mojorejo kemarin (1/10). (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)
BERKICAU: Puluhan ekor burung Murai Batu, Kacer, dan Cender diperlombakan di Lapangan Mojorejo kemarin (1/10). (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)

KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kicau berisik burung kacer, murai batu, dan cendet terdengar bersahut-sahutan di gantangan Lapangan Mojorejo kemarin (1/10).


Advertisement

Sebanyak 700 penghobi burung dari sejumlah kota di Jatim dan Jateng meramaikan gantangan di Mojorejo, Kota Madiun.

Sukoco adalah salah seorang di antaranya. Warga Kota Madiun tersebut duduk serius di pinggir lapangan melihat burung kesayangannya dalam sangkar yang tergantung di tiang gantangan.

Sudah hampir tiga tahun dia memelihara burung kesayangannya itu dan rutin ikut lomba.

Advertisement

‘’Tapi belum pernah menang. Semoga yang sekarang menang,’’ paparnya optimistis sembari menatap burungnya yang berkicau bersahutan dengan burung lain.

Kompetisi itu memperebutkan hadiah puluhan juta rupiah. Agar menang, para peserta harus memiliki burung yang cerewet. Semakin cerewet dan nyaring bunyinya, burung tersebut dipastikan menjadi pemenang.

Ada tujuan lain di balik kegiatan tahunan itu. Selain memperingati HUT Golkar ke-59, kegiatan tersebut bagian dari upaya merangkul komunitas penghobi burung sekaligus menggerakkan UMKM.

Advertisement

‘’Ini (lomba burung berkicau) tercatat diikuti sekitar 700 peserta. Mereka tidak hanya dari Kota Madiun, tapi juga dari luar daerah. Bahkan, tadi salah satu juaranya ada yang dari Solo,’’ terang Bagus Rizki Dinarwan, Ketua DPD Partai Golkar Kota Madiun.

Sementara itu, wali kota Maidi yang hadir dalam perlombaan tersebut kagum dengan antusiasme peserta.

Dia menilai kegiatan semacam ini mengandung dua makna positif. Selain mempererat silaturahmi para penghobi burung, juga meningkatkan perekonomian warga setempat.

‘’Kegiatan ini bisa ikut menumbuhkan ekonomi. Sehingga, semua lapak-lapak di sini ramai sekali. Masyarakat sangat diuntungkan. Maka, kegiatan ini harus didukung,’’ tutur mantan Sekda Kota Madiun tersebut. (mg1/her)

Advertisement
Editor : Mizan Ahsani
Sumber : Radar Madiun

Artikel Terkait

Jukir di Madiun Curi Honda Beat saat Hujan Deras, Pelat Nomor Diganti

Jukir di Madiun Curi Honda Beat saat Hujan Deras, Pelat Nomor Diganti

Jukir asal Wungu mencuri Honda Beat di Jalan Lombok Kota Madiun saat hujan deras. Pelaku mengganti pelat nomor dan membuat kunci duplikat.

Video Hajatan di Rel PT INKA Madiun Kembali Viral, Ternyata Kejadian Lama

Video Hajatan di Rel PT INKA Madiun Kembali Viral, Ternyata Kejadian Lama

Video hajatan di jalur langsir PT INKA Madiun kembali viral. KAI menyebut rekaman lama, sementara Kelurahan Sukosari mengingatkan larangan.

BPBD Kota Madiun Petakan Kawasan Rawan Pohon Tumbang saat Angin Kencang

BPBD Kota Madiun Petakan Kawasan Rawan Pohon Tumbang saat Angin Kencang

BPBD Kota Madiun mewaspadai angin kencang di lima kawasan rawan pohon tumbang. Tujuh pompa portabel disiagakan menghadapi musim hujan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer