Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Travel Umrah-Haji Bodong Marak, Begini Tip dari Ketua MUI Kota Madiun

M
Penulis: Mizan Ahsani❯
LAYANAN PRIMA: KH M Sutoyo memberikan bimbingan ibadah selama melaksanakan umrah di Makkah dan Madinah. (SUTOYO UNTUK RADAR MADIUN)
LAYANAN PRIMA: KH M Sutoyo memberikan bimbingan ibadah selama melaksanakan umrah di Makkah dan Madinah. (SUTOYO UNTUK RADAR MADIUN)

KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kasus penipuan berkedok biro perjalanan umrah tengah marak menimpa masyarakat.


Advertisement

Guna mengantisipasi terjadinya penipuan serupa, Ketua MUI Kota Madiun KH M Sutoyo mewanti-wanti masyarakat untuk waspada terhadap setiap tawaran promo untuk travel umrah.

Sutoyo mengaku kecewa dengan berbagai modus penipuan yang dipakai oknum biro perjalanan haji dan umrah demi meraup untung dari calon jemaah.

‘’Sebagian dari mereka memang gengsi ikut saya. Padahal, ikut saya nggak pernah saya bohongi. Ikut saya pasti berangkat, baik haji maupun umrah,’’ ujar Sutoyo kemarin (8/11).

Advertisement

Menurut Sutoyo, seharunya calon jemaah selektif dalam mencari biro perjalanan umrah dengan tidak memandang travel itu bonafit namun ujung-ujungnya ternyata ditipu atau tak sesuai realita.

Dirinya tunjuk contoh sempat tiga tahun lalu ada calon jemaah yang akan berangkat umrah dan sudah membayar tapi ternyata gagal pergi ke Tanah Suci karena ditipu salah satu biro perjalanan.

‘’Ikut saya sekarang daftar haji plus, tahun depan berangkat setelah hari raya. Saya nggak bohong. Mereka ada yang sudah daftar empat tahun yang lalu untuk haji plus tidak berangkat sampai sekarang,’’ ungkap Sutoyo.

Advertisement

Dia memastikan calon jemaah yang ikut dirinya akan mendapatkan bimbingan ibadah selama di Makkah dan Madinah.

‘’Malah kalau sama saya mendapatkan bimbingan yang lebih teliti. Mulai dari sunah kecil saya ajarkan,’’ katanya.

Sutoyo mengimbau kepada para calon jemaah untuk tidak mencari biro perjalanan umrah dan haji jauh-jauh. Cukup dengan menghubunginya, dia memastikan calon jemaah akan diberangkatkan ke Tanah Suci.

‘’Mendadak pun berangkat. Karena saya berkomitmen bahwa membohongi orang itu dosa. Kalau memang tidak profesional mengelola biro umrah dan haji, jangan. Lebih baik ikut saya saja tidak akan saya tipu,’’ janjinya.

Baginya melaksanakan haji dan umrah itu yang perlu dipedomani adalah ritual sunah serta wajib dilakukan dengan benar.

Sehingga dalam pelaksanaannya bisa mabrur. ‘’Tidak sekadar mencari gengsi. Sebagian jemaah hanya ingin mencari gengsi. Sehingga banyak yang tertipu. Kami pun bisa melayani dengan harga tinggi. VIP juga ada. Tapi, kami tidak meninggalkan ritual yang benar,’’ terang Sutoyo. (eln/her)

Advertisement
Editor : Mizan Ahsani
Sumber : Radar Madiun

Artikel Terkait

Antrean Haji Ponorogo Dipangkas Jadi 28 Tahun, Kuota 2027 Diperkirakan Naik

Antrean Haji Ponorogo Dipangkas Jadi 28 Tahun, Kuota 2027 Diperkirakan Naik

Sistem baru pembagian kuota haji memangkas masa tunggu jemaah Jawa Timur dari 33 menjadi 28 tahun. Kuota Ponorogo diperkirakan meningkat.

246 Jemaah Haji Pacitan Tiba dengan Selamat, Satu Masih Dirawat di Makkah

246 Jemaah Haji Pacitan Tiba dengan Selamat, Satu Masih Dirawat di Makkah

Sebanyak 246 jemaah haji Pacitan tiba dengan selamat. Satu jemaah masih menjalani perawatan di rumah sakit di Makkah.

Tambahan Kuota Haji Turun, 18 CJH Cadangan Asal Ngawi Akhirnya Berangkat

Tambahan Kuota Haji Turun, 18 CJH Cadangan Asal Ngawi Akhirnya Berangkat

Sebanyak 18 calon jemaah haji cadangan asal Ngawi mendapat tambahan kuota dan resmi diberangkatkan ke Tanah Suci tahun ini.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer