Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Audit Progres Penanganan Stunting, Pemkot Madiun Klaim Data Sesuai By Name By Address

A
Penulis: Anggiyan Bayu❯
MASALAH GIZI: Penanganan kasus stunting di Kota Madiun mendapatkan tambahan anggaran dalam APBD-P 2023. (DOKUMEN RADAR MADIUN)
MASALAH GIZI: Penanganan kasus stunting di Kota Madiun mendapatkan tambahan anggaran dalam APBD-P 2023. (DOKUMEN RADAR MADIUN)

KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kota Madiun belum lepas dari stunting. Buktinya, masih ada 4,5 persen anak mengalami gangguan tumbuh kembang akibat kekurangan gizi kronis. Belum lama ini, progres penanganan stunting pemkot diaudit.


Advertisement

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Madiun Soeko Dwi Handiarto mengatakan, diseminasi dan monitoring dalam audit dilakukan. Itu untuk memastikan komitmen sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) sebagai tim penanganan stunting. ‘’Hasilnya, progres penanganan berjalan cukup baik,’’ kata Soeko, Minggu (27/10).

Berdasarkan data audit, kata Soeko, anak stunting tak hanya dari keluarga kurang mampu. Namun, juga dari kalangan menengah ke atas. Kondisi seperti itu butuh klasterisasi, identifikasi risiko penyebab, hingga strategi penanganan oleh tim percepatan penurunan stunting (TPPS). Agar, persoalan stunting dapat tertangani dengan baik. ‘’Selanjutnya, intervensi penanganan,’’ tutur Soeko yang juga Ketua TPPS Kota Madiun.

Tim audit juga melakukan intervensi lebih dalam. Mulai pengawasan calon pengantin, ibu hamil, hingga ibu bersalin dan balita. Calon pasangan suami-istri akan diberi asupan gizi maksimal sejak menikah hingga melahirkan seorang anak. ‘’Karena stunting erat kaitannya dengan asupan gizi,’’ ujar Soeko.

Advertisement

Soeko mengungkapkan, sekitar 4,5 persen kasus stunting di Kota Madiun diperoleh dari pendataan posyandu. Catatan tersebut dapat dipastikan keakuratannya. Meski, berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) angka stunting justru naik dari 9 persen menjadi 12 persen. ‘’SKI itu kan sampling. Sedangkan data kami by name by address lewat tim yang ada di posyandu,’’ jelasnya.

Dia menambahkan, penanganan stunting di daerah sudah seyogianya diseriusi. Sebab, persoalan tumbuh kembang anak itu menjadi perhatian serius pemerintah pusat. ‘’Program makan siang bergizi dari Presiden Prabowo, outcome-nya bisa ke arah penanganan stunting,’’ pungkasnya. (ggi/den)

Advertisement
Editor : Hengky Ristanto
Sumber : Radar Madiun

Artikel Terkait

50 Hektare Sawah di Kota Madiun Terancam Kekurangan Air, DKPP Uji Coba Padi Gogo

50 Hektare Sawah di Kota Madiun Terancam Kekurangan Air, DKPP Uji Coba Padi Gogo

Sekitar 50 hektare sawah di Kota Madiun terancam kekurangan air. DKPP menyiapkan uji coba padi gogo seluas satu hektare di Manisraya.

5.368 Siswa SD-SMP di Kota Madiun Terima Seragam Gratis, Ada Bantuan Ongkos Jahit

5.368 Siswa SD-SMP di Kota Madiun Terima Seragam Gratis, Ada Bantuan Ongkos Jahit

Pemkot Madiun membagikan seragam gratis kepada 5.368 siswa SD-SMP. Sebanyak 4.393 siswa sekolah negeri juga mendapat ongkos jahit Rp 300 ribu.

Pohon Tumbang Ancam Pengguna Jalan di Kota Madiun, BPBD Siaga 24 Jam

Pohon Tumbang Ancam Pengguna Jalan di Kota Madiun, BPBD Siaga 24 Jam

Hujan angin memicu pohon tumbang di Pilangbango dan Kanigoro, Kota Madiun. BPBD menyiagakan personel 24 jam menghadapi cuaca ekstrem.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer