Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dua Jemaah Haji Madiun Berangkat Lebih Awal, Gabung Kloter 46 Syarikah MCDC

E
Penulis: Erlita H❯
Sumali dan anaknya, Uus, menjadi dua calon jemaah haji asal Kota Madiun yang berangkat terlebih dahulu ke Tanah Suci imbas dari kebijakan syarikah, kemarin (14/5). FOTO: BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN
Sumali dan anaknya, Uus, menjadi dua calon jemaah haji asal Kota Madiun yang berangkat terlebih dahulu ke Tanah Suci imbas dari kebijakan syarikah, kemarin (14/5). FOTO: BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Dua calon jemaah haji (CJH) asal Kota Madiun mendapat kesempatan berangkat lebih awal ke Tanah Suci.


Advertisement

Sumali dan anaknya, Uus, resmi dilepas dari Masjid Az-Zahro, Rabu  (14/5) pukul 05.00.

Mereka tergabung dalam kloter 46 syarikah MCDC dan langsung menuju Asrama Haji Surabaya.

Kepala Bagian Perekonomian dan Kesra Setda Kota Madiun, Danang Novianto, menjelaskan bahwa sebelumnya keduanya masuk kloter 89.

Advertisement

Namun karena ada kekosongan di kloter 46, mereka dipindah untuk memudahkan koordinasi.

"Kalau tetap di kloter 89, lokasinya terlalu jauh dari jemaah lainnya yang berada di wilayah Misfalah," terangnya.

Sumali dan Uus dijadwalkan terbang ke Madinah pagi ini (15/5) pukul 07.15.

Advertisement

Keduanya akan bergabung dengan jemaah dari 12 hingga 14 kabupaten karena sistem keberangkatan tahun ini memakai skema one kloter one syarikah.

Sementara itu, pemberangkatan CJH kloter 52 dengan jumlah 152 orang akan dilaksanakan Jumat (16/5) sore dari Masjid Agung Baitul Hakim.

Wali Kota Madiun dijadwalkan melepas langsung rombongan tersebut.

Sedangkan 21 jemaah lainnya dalam kloter 55 akan berangkat Sabtu (17/5).

Petugas Haji Daerah (PHD) Kota Madiun, Muhammad Anshori, menuturkan bahwa para jemaah mendapatkan pembekalan, atribut, paspor, dan living cost selama di Asrama Haji.

Kloter 52 akan take off ke Jeddah Sabtu malam dan melanjutkan perjalanan ke Makkah.

Miqat dilakukan di Yalamlam, Jeddah, untuk menghindari kelelahan para jemaah lansia jika dilakukan malam hari.

Rombongan akan wukuf di Arafah pada 8 Dzulhijah dan berada di Makkah selama 32–34 hari, sebelum berpindah ke Madinah.

“Meski terbagi dalam tiga kloter, semua jemaah tetap berada di wilayah Misfalah sehingga koordinasi tetap terjaga,” tandas Anshori. (err/her)

Advertisement
Editor : Hengky Ristanto
Sumber : Radar Madiun

Artikel Terkait

Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Terjadi Agustus 2027: Makkah Gelap Gulita 5 Menit

Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Terjadi Agustus 2027: Makkah Gelap Gulita 5 Menit

Fenomena astronomi langka diprediksi bakal terjadi di Arab Saudi, khususnya Makkah, pada 2 Agustus 2027. Yakni, gerhana matahari total terlama di abad ini. 

246 Jemaah Haji Pacitan Tiba dengan Selamat, Satu Masih Dirawat di Makkah

246 Jemaah Haji Pacitan Tiba dengan Selamat, Satu Masih Dirawat di Makkah

Sebanyak 246 jemaah haji Pacitan tiba dengan selamat. Satu jemaah masih menjalani perawatan di rumah sakit di Makkah.

Jelang Pulang ke Kota Madiun, Mayoritas Jemaah Haji Alami Batuk dan Pilek

Jelang Pulang ke Kota Madiun, Mayoritas Jemaah Haji Alami Batuk dan Pilek

Mayoritas jemaah haji Kota Madiun mengalami batuk dan pilek menjelang kepulangan. Satu jemaah masih dirawat di rumah sakit di Jeddah.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer