Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hasil Pemeriksaan Postmortem, Temukan Cacing Hati dan Pneumonia pada Tiga Sapi di Kota Madiun

AD
Petugas DKPP Kota Madiun temukan tiga sapi kurban tidak layak konsumsi saat postmortem di RPH. FOTO: BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN
Petugas DKPP Kota Madiun temukan tiga sapi kurban tidak layak konsumsi saat postmortem di RPH. FOTO: BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Kesehatan hewan kurban terus dipantau. Pemeriksaan postmortem yang dilakukan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Kota Madiun kemarin (6/6) mendapati tiga ekor sapi tidak sepenuhnya sehat.


Advertisement

Dua sapi ditemukan mengalami cacing hati dan satu lainnya terindikasi pneumonia.

Kabid Pertanian DKPP Kota Madiun Wahyu Niken Febrianti mengatakan, potongan hati dari salah satu sapi dinyatakan tidak layak konsumsi.

Sementara paru-paru sapi dengan pneumonia masih bisa dimanfaatkan sebagian. ‘’Bagian lain tetap sehat dan aman,’’ jelasnya.

Advertisement

Menurutnya, semua hewan kurban telah diperiksa secara kasat mata dalam tahap ante-mortem sebelum disembelih.

Pemeriksaan meliputi PMK, LSD, serta kondisi umum seperti kaki dan pernapasan.

Setelah itu, pemeriksaan lanjutan dilakukan melalui postmortem terhadap organ dalam.

Advertisement

‘’Langkah ini untuk menjamin keamanan pangan kurban,’’ ungkapnya.

Sementara itu, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Madiun melakukan pengawasan menyeluruh di 15 kecamatan.

Tim disebar ke titik-titik penyembelihan untuk memeriksa organ dalam hewan kurban.

Salah satu lokasi pemantauan dilakukan di Desa Sidorejo, Kecamatan Wungu.

Tim dokter hewan DKPP Kabupaten Madiun Denny Irawan Wardhana menyebutkan, sebanyak 17 sapi diperiksa dan seluruhnya dinyatakan sehat.

‘’Tidak ditemukan infeksi atau kasus cacing hati. Semuanya aman dikonsumsi,’’ tandas Denny. (ggi/ryu/her/den)

Advertisement

Artikel Terkait

Jukir di Madiun Curi Honda Beat saat Hujan Deras, Pelat Nomor Diganti

Jukir di Madiun Curi Honda Beat saat Hujan Deras, Pelat Nomor Diganti

Jukir asal Wungu mencuri Honda Beat di Jalan Lombok Kota Madiun saat hujan deras. Pelaku mengganti pelat nomor dan membuat kunci duplikat.

Video Hajatan di Rel PT INKA Madiun Kembali Viral, Ternyata Kejadian Lama

Video Hajatan di Rel PT INKA Madiun Kembali Viral, Ternyata Kejadian Lama

Video hajatan di jalur langsir PT INKA Madiun kembali viral. KAI menyebut rekaman lama, sementara Kelurahan Sukosari mengingatkan larangan.

BPBD Kota Madiun Petakan Kawasan Rawan Pohon Tumbang saat Angin Kencang

BPBD Kota Madiun Petakan Kawasan Rawan Pohon Tumbang saat Angin Kencang

BPBD Kota Madiun mewaspadai angin kencang di lima kawasan rawan pohon tumbang. Tujuh pompa portabel disiagakan menghadapi musim hujan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer