Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Wali Murid Protes, Nilai Anak 85,22 Gagal Masuk SMA Negeri Madiun

H
Penulis: Hengky Ristanto❯
Photo
Photo

Jawa Pos Radar Madiun - Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMA Negeri di Kota Madiun kembali menuai kritik tajam.


Advertisement

Kali ini, giliran jalur pemenuhan kuota yang dinilai tidak transparan dan memicu keresahan publik.

Sejumlah wali murid kecewa karena anak mereka dengan nilai tinggi justru gagal diterima, sementara peserta dengan nilai lebih rendah lolos seleksi.

Kondisi tersebut dikeluhkan salah satu wali murid, Dany, yang mengaku anaknya memiliki nilai 85,22 namun tetap tersingkir dalam sistem PPDB.

Advertisement

Ia mempertanyakan kejelasan aturan yang diterapkan oleh Dinas Pendidikan Jawa Timur, yang sebelumnya menyatakan bahwa jalur pemenuhan pagu hanya mempertimbangkan nilai dan tidak memperhitungkan domisili.

“Infonya kemarin dari Dindik Jatim tarung nilai tidak melihat domisili. Hari ini faktanya nilai tinggi kalah sama nilai rendah,” ujarnya, Selasa (1/7).

Kritik serupa disampaikan Budi Santosa, Ketua LSM WKR, yang menyebut situasi ini tidak bisa dibiarkan begitu saja.

Advertisement

Ia mengungkapkan telah menerima laporan adanya calon peserta didik dengan nilai 84,42 yang juga terpental dari sistem.

“Saya tidak yakin sistem ini benar-benar berjalan adil. Kami mengecam keras. Ini layak dibawa ke ranah hukum karena menyangkut hak pendidikan anak,” tegasnya.

Sementara itu, Humas SMAN 6 Kota Madiun, Mawar Banconowati, menjelaskan bahwa sistem PPDB di sekolahnya telah menutup jalur pemenuhan pagu.

Sebanyak 41 siswa dinyatakan lolos melalui mekanisme otomatis sistem, dengan nilai terendah di angka 83.

“Pemenuhan pagu berlangsung otomatis. Kami tidak memilah mana dari dalam kota atau luar kota. Sistem yang bekerja, sekolah hanya mengikuti,” terang Mawar. (her)

Advertisement

Artikel Terkait

Jukir di Madiun Curi Honda Beat saat Hujan Deras, Pelat Nomor Diganti

Jukir di Madiun Curi Honda Beat saat Hujan Deras, Pelat Nomor Diganti

Jukir asal Wungu mencuri Honda Beat di Jalan Lombok Kota Madiun saat hujan deras. Pelaku mengganti pelat nomor dan membuat kunci duplikat.

Video Hajatan di Rel PT INKA Madiun Kembali Viral, Ternyata Kejadian Lama

Video Hajatan di Rel PT INKA Madiun Kembali Viral, Ternyata Kejadian Lama

Video hajatan di jalur langsir PT INKA Madiun kembali viral. KAI menyebut rekaman lama, sementara Kelurahan Sukosari mengingatkan larangan.

BPBD Kota Madiun Petakan Kawasan Rawan Pohon Tumbang saat Angin Kencang

BPBD Kota Madiun Petakan Kawasan Rawan Pohon Tumbang saat Angin Kencang

BPBD Kota Madiun mewaspadai angin kencang di lima kawasan rawan pohon tumbang. Tujuh pompa portabel disiagakan menghadapi musim hujan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer