Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Fenomena Kemarau Basah, Kota Madiun Diguyur Hujan Deras

E
Penulis: Erlita H❯
Seorang pemotor berkendara saat hujan.
Seorang pemotor berkendara saat hujan.

Jawa Pos Radar Madiun - Fenomena cuaca tak biasa melanda Kota Madiun dalam beberapa hari terakhir.


Advertisement

Saat seharusnya memasuki puncak kemarau, justru hujan deras disertai angin kencang turun pada sore hingga malam hari.

Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Madya Stasiun Geofisika Nganjuk, Setiyaris, menjelaskan kondisi ini dipicu bibit siklon tropis 90W yang terpantau di sekitar laut Filipina, utara Papua.

Kecepatan angin maksimum mencapai 20 knot (37 km/jam) dengan tekanan minimum 1008 hPa.

Advertisement

“Potensi berkembang menjadi siklon tropis 24–72 jam ke depan dengan peluang rendah dan bergerak ke barat laut,” terangnya, Selasa (19/8).

Ia memprediksi hujan disertai angin kencang masih akan terjadi hingga 21–22 Agustus.

Padahal, bulan Agustus seharusnya menjadi puncak musim kemarau dengan suhu udara rata-rata 11–34 derajat Celsius dan kelembapan 45–100 persen.

Advertisement

“Dengan demikian, kemarau tahun ini berakhir sekaligus menandai awal musim penghujan pada Oktober nanti,” ujarnya.

Menurut Setiyaris, kemarau 2025 berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya karena bersifat basah.

Meski sedang musim kemarau, hujan tetap turun lebih sering.

“Siang terasa terik, kemudian sore bisa turun hujan. Tapi tidak setiap hari,” jelasnya.

Fenomena ini membawa tantangan bagi sektor pertanian.

Sejumlah petani merugi karena jagung dan tembakau busuk akibat hujan.

Petani diimbau menyiapkan strategi tanam adaptif agar hasil tidak gagal panen.

Selain itu, masyarakat juga diminta menjaga kesehatan di tengah cuaca yang tak menentu.

Penyakit pernapasan masih mengancam, meski hujan membuat udara lebih bersih.

“Pastikan berhati-hati dalam beraktivitas sesuai kondisi cuaca. Saat beraktivitas di luar ruangan gunakan sunscreen dan pelindung tubuh lainnya,” pungkas Setiyaris. (err/den)

Advertisement

Artikel Terkait

Suhu Madiun Raya Tembus 37 Derajat Celsius, BMKG Ingatkan Cuaca Panas hingga Akhir Oktober

Suhu Madiun Raya Tembus 37 Derajat Celsius, BMKG Ingatkan Cuaca Panas hingga Akhir Oktober

BMKG memprakirakan suhu Madiun Raya mencapai 37 derajat Celsius hingga akhir Oktober 2026. Warga diimbau mewaspadai dehidrasi dan kebakaran.

Suhu Kabupaten Madiun Berpotensi Tembus 37 Derajat, BMKG Ingatkan Risiko Dehidrasi

Suhu Kabupaten Madiun Berpotensi Tembus 37 Derajat, BMKG Ingatkan Risiko Dehidrasi

Suhu Kabupaten Madiun diprakirakan mencapai 37 derajat Celsius. BMKG mengingatkan risiko dehidrasi, kekeringan, dan kebakaran lahan.

El Nino Menguat, Suhu Madiun Raya Tembus 35 Derajat Celsius

El Nino Menguat, Suhu Madiun Raya Tembus 35 Derajat Celsius

El Nino menguat dengan anomali 2,99. BMKG memprakirakan suhu Madiun Raya mencapai 35 derajat Celsius dengan peluang hujan sangat rendah.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer