Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Madiun Punya Kampung Inggris Sendiri, Cetak SDM Go Global

E
Penulis: Erlita H❯
Peserta Kampung Inggris Winongo mengikuti kursus bahasa Inggris di area RTH Winongo, didampingi tutor dari Pare, Kediri. DOK RADAR MADIUN
Peserta Kampung Inggris Winongo mengikuti kursus bahasa Inggris di area RTH Winongo, didampingi tutor dari Pare, Kediri. DOK RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Pemkot Madiun terus berinovasi mencetak SDM berdaya saing global.


Advertisement

Terbaru, Kelurahan Winongo menggagas program kursus bahasa Inggris yang melibatkan sanggar seni, UMKM, hingga tutor dari Kampung Inggris Pare, Kediri.

Lurah Winongo Agus Prayitna mengatakan ide ini muncul dari pengalaman berinteraksi dengan relawan mancanegara.

’’Salah satu kekurangan kami adalah komunikasi dengan bahasa Inggris,’’ ujarnya, Minggu (21/9).

Advertisement

Untuk menjawab tantangan itu, pihaknya menggandeng Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) dan Lembaga Titik Nol Pare.

Program ini sejalan dengan visi Kota Madiun berbudaya, maju, dan mendunia.

’’Kami ingin meningkatkan SDM agar bisa belajar bahasa Inggris sekaligus mendukung daya saing global,’’ terang Agus.

Advertisement

Program resmi diluncurkan 8 September 2025 dengan 28 peserta pada gelombang pertama.

Mereka terbagi dua kelas, masing-masing 14 orang dewasa dan 14 anak SD–SMP.

Pendaftaran gelombang kedua sudah tembus 20 orang.

Pembelajaran digelar Senin–Jumat pukul 18.30–21.00 dengan dua tutor dari Pare.

Lokasi belajar bergilir di Sanggar Seni Budaya Sugeng Santoso PSHW TM, RTH Winongo, hingga lapangan kelurahan.

’’Agar peserta tidak bosan, kami memanfaatkan tempat yang ada,’’ imbuhnya.

Kurikulum kursus disesuaikan dengan kebutuhan.

Segmen awal diprioritaskan bagi anak-anak sanggar seni budaya yang akan tampil memperkenalkan pencak silat ke luar negeri.

’’Rencana mereka dikirim ke Sarajevo, sehingga harus dibekali kemampuan komunikasi bahasa Inggris,’’ jelas Agus.

Ke depan, program akan ditingkatkan dengan materi TOEFL, komunikasi bisnis, hingga English camp sehari semalam sebagai apresiasi setelah satu bulan pembelajaran.

Agus juga mengungkap rencana melibatkan UMKM sekitar.

’’Kami terinspirasi konsep di Kediri. Tidak hanya lembaga kursusnya, tapi juga pelaku usaha seperti penyedia makanan, laundry, persewaan sepeda, hingga homestay,’’ tandasnya. (err/her)

Advertisement

Artikel Terkait

Tak Perlu Lagi Belajar ke Pare, Kabupaten Madiun Kini Punya Kampung Inggris

Tak Perlu Lagi Belajar ke Pare, Kabupaten Madiun Kini Punya Kampung Inggris

Kabupaten Madiun resmi memiliki Kampung Inggris di Desa Sumberbening. Program ini diharapkan meningkatkan kualitas SDM sekaligus menggerakkan ekonomi warga.

Hari Jadi ke-108 Kota Madiun, Dispendukcapil Tetap Buka dan Bagi Suvenir untuk Warga

Hari Jadi ke-108 Kota Madiun, Dispendukcapil Tetap Buka dan Bagi Suvenir untuk Warga

Dispendukcapil Kota Madiun tetap buka saat Hari Jadi ke-108. Warga yang mengurus adminduk mendapat suvenir berupa mug.

Ada Kongkalikong? Pemilik Motor GL100 di Kebonsari Madiun Mengaku Kenal Pelaku Penipuan

Ada Kongkalikong? Pemilik Motor GL100 di Kebonsari Madiun Mengaku Kenal Pelaku Penipuan

AD (24) asal Magetan curiga menjadi korban komplotan penipuan segitiga di Kebonsari, Madiun, usai pemilik motor kedapatan kongkalikong dengan pelaku daring.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer