Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Madiun Siaga Banjir, Wawali Pastikan Tim TRC Standby 24 Jam

E
Penulis: Erlita H❯
Wakil Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun memimpin apel siaga bencana hidrometeorologi di Lapangan Pilangbango, kemarin (14/10). BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN
Wakil Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun memimpin apel siaga bencana hidrometeorologi di Lapangan Pilangbango, kemarin (14/10). BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun - Meski tingkat risiko bencana alam di Kota Madiun tergolong rendah, antisipasi tetap dilakukan.


Advertisement

Wakil Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun menegaskan pentingnya apel siaga bencana hidrometeorologi untuk menyinergikan seluruh pemangku kepentingan.

’’Apel ini mempertemukan semua lembaga agar tahu risiko bencana, daerah rawan, hingga langkah pemulihan pasca-bencana,’’ ujarnya saat apel di Lapangan Pilangbango, kemarin (14/10).

Menurutnya, mitigasi bencana bersifat preventif.

Advertisement

Apalagi secara geografis, Kota Madiun berada di cekungan dengan dataran lebih rendah dari Sungai Bengawan Madiun.

Meski relatif aman, limpasan air dari wilayah atas seperti Kare, Kabupaten Madiun, tetap berpotensi menimbulkan banjir.

Karena itu, pemkot rutin menggelar kerja bakti dan normalisasi saluran air untuk menghadapi cuaca ekstrem.

Advertisement

Pemerintah juga mengalokasikan Rp10 juta per RT guna menjaga kelancaran saluran.

’’Langkah ini sudah berjalan. Kami rutin kerja bakti dari tengah kota hingga ke tingkat RT,’’ imbuhnya.

Selain itu, pemkot menyiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD yang standby 24 jam.

Tim tersebut terdiri atas unsur BPBD, Satpol PP, Damkar, Tagana, TNI, Polri, serta 12 kelurahan dengan desa tangguh bencana (Destana).

’’Semua pihak terlibat, termasuk relawan swasta. Jadi kesiapsiagaan selalu terjaga,’’ pungkasnya. (err/her)

Advertisement

Artikel Terkait

Angin Kencang Rusak Puluhan Rumah, Pemkab Ngawi Siapkan Sabuk Hijau

Angin Kencang Rusak Puluhan Rumah, Pemkab Ngawi Siapkan Sabuk Hijau

Sebanyak 31 rumah di Kwadungan, Ngawi, rusak akibat hujan angin. Pemkab menyiapkan penghijauan sebagai mitigasi bencana.

Gunakan MODENA, 67 Siswa SDN Campursari Magetan Dikenalkan Mitigasi dan Pemadaman Api

Gunakan MODENA, 67 Siswa SDN Campursari Magetan Dikenalkan Mitigasi dan Pemadaman Api

BPBD Magetan bekali 67 siswa SDN Campursari edukasi mitigasi bencana dan praktik padamkan api menggunakan Mobil Edukasi Bencana (MODENA).

BMKG Ingatkan Potensi Gempa Darat di Magetan, Mitigasi Harus Diperkuat

BMKG Ingatkan Potensi Gempa Darat di Magetan, Mitigasi Harus Diperkuat

BMKG mengingatkan potensi gempa darat di Magetan tak boleh diremehkan. Kesiapsiagaan warga diperkuat melalui Sekolah Lapang Gempabumi 2026.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer