Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

HSN 2025: Santri Tak Hanya Mengaji, tapi Mengawal Peradaban!

E
Penulis: Erlita H❯
Para santri di Kota Madiun mengikuti apel Hari Santri Nasional di lingkungan pondok pesantren masing-masing. FOTO: Bagas Bimantara/Jawa Pos Radar Madiun
Para santri di Kota Madiun mengikuti apel Hari Santri Nasional di lingkungan pondok pesantren masing-masing. FOTO: Bagas Bimantara/Jawa Pos Radar Madiun

Jawa Pos Radar Madiun – Tema Hari Santri Nasional (HSN) 2025, Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia, menegaskan bahwa peran santri tak lagi sebatas mengaji.


Advertisement

Mereka juga dituntut menjadi pengawal nilai-nilai bangsa di tengah dinamika zaman.

Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Kota Madiun Amil Wahib mengatakan, peringatan HSN menjadi momen untuk mengenang perjuangan para kiai dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan.

’’Nilai perjuangan itu harus diwariskan agar generasi muda punya semangat mengisi kemerdekaan,’’ ujarnya, Minggu (19/10).

Advertisement

Amil menuturkan, peringatan HSN tahun ini berbeda.

Seluruh pondok pesantren dan madrasah di bawah naungan Kemenag melaksanakan apel dan upacara di lembaga masing-masing.

Selain itu, digelar berbagai kegiatan kolaboratif bersama Nahdlatul Ulama (NU).

Advertisement

Seperti gowes malam bersama ASN dan pelajar, istigasah kubra di Masjid Al Ikhlas, serta jalan santri bersarung pada 24 Oktober mendatang.

Menurutnya, santri merupakan sosok yang mendalami ajaran agama secara menyeluruh.

’’Pesantren sudah ada sebelum Indonesia merdeka. Maka, peran santri tidak bisa dilepaskan dari sejarah bangsa,’’ jelasnya.

Menanggapi isu kekerasan di dunia pesantren, Amil memastikan kondisi di Kota Madiun aman dan kondusif.

’’Kami rutin memantau sembilan pesantren. Tidak ada kasus bullying. Santri belajar dengan nyaman,’’ tegasnya.

Ia juga mengapresiasi kerja sama Kemenag dengan Kejaksaan dalam sosialisasi pesantren ramah anak sejak 2024.

Program itu diharapkan memperkuat karakter santri agar berakhlak mulia dan berprestasi.

’’Santri harus hormat kepada kiai agar ilmunya barokah. Jaga hubungan baik dengan teman, ustaz, dan pengasuh. Tekun belajar dan bekali diri dengan akhlak untuk meraih cita-cita,’’ pungkasnya. (err/her)

Advertisement

Artikel Terkait

Kemenag Kota Madiun Dorong Regenerasi Dai Lewat Dai Cilik 2026, Ini Harapannya

Kemenag Kota Madiun Dorong Regenerasi Dai Lewat Dai Cilik 2026, Ini Harapannya

Kemenag Kota Madiun mendorong regenerasi pendakwah melalui Dai Cilik 2026. Peserta diharapkan terus mengembangkan bakat setelah lomba.

TPG Guru Madrasah di Kota Madiun Cair 100 Persen, Guru Non-ASN Kini Terima Rp2 Juta

TPG Guru Madrasah di Kota Madiun Cair 100 Persen, Guru Non-ASN Kini Terima Rp2 Juta

Kemenag Kota Madiun memastikan tunjangan profesi guru madrasah telah cair 100 persen. Guru non-ASN kini menerima TPG Rp2 juta per bulan.

Inisiasi Perda Nomor 2 Tahun 2024, DPRD Ponorogo Dorong Santri Tak Kalah Saing di Dunia Kerja

Inisiasi Perda Nomor 2 Tahun 2024, DPRD Ponorogo Dorong Santri Tak Kalah Saing di Dunia Kerja

Melalui perda khusus, pesantren di Ponorogo didorong lebih maksimal dalam mengajarkan santri ilmu agama hingga pendidikan formal.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer