Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

P2L dan P2B Dorong Kemandirian Pangan Warga Kota Madiun

E
Penulis: Erlita H❯
MANDIRI PANGAN: Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) dan Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) mendorong warga Kota Madiun memanfaatkan pekarangan rumah untuk sumber pangan berkelanjutan.
MANDIRI PANGAN: Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) dan Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) mendorong warga Kota Madiun memanfaatkan pekarangan rumah untuk sumber pangan berkelanjutan.

Jawa Pos Radar Madiun – Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) dan Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) memberikan dampak nyata bagi masyarakat Kota Madiun.


Advertisement

Program ini dinilai efektif mendorong kemandirian pangan, baik di tingkat rumah tangga maupun kelompok masyarakat.

Kabid Pertanian DKPP Kota Madiun Wahyu Niken Febrianti menjelaskan, P2L berfokus pada budidaya tanaman sayur dan buah.

Di antaranya cabai, tomat, terong, sawi, hingga kangkung yang memanfaatkan lahan pekarangan warga.

Advertisement

Sementara itu, P2B dikembangkan lebih luas dengan konsep pertanian terpadu.

Selain tanaman hortikultura, program ini mengintegrasikan sektor non-tanaman seperti perikanan dan peternakan ayam.

“Untuk P2B, bantuan yang diberikan langsung berupa barang dan bibit dari pusat,” ujar Niken, kemarin (11/1).

Advertisement

Di Kota Madiun, tercatat ada 60 kelompok pengelola P2L dan P2B. Rinciannya, 52 kelompok P2L dan delapan kelompok P2B, dengan enam di antaranya merupakan P2L yang bertransformasi menjadi P2B.

Namun, tingkat keaktifan kelompok masih di kisaran 75 persen.

Beberapa P2L yang telah bertransformasi menjadi P2B antara lain P2L Hebat, P2L Taman, dan P2L Pari Mandiri.

Transformasi tersebut sejalan dengan arahan Wali Kota Madiun Maidi terkait penguatan konsep integrated farming atau pertanian terpadu.

Menurut Niken, pertanian terpadu menggabungkan tanaman pangan dan hortikultura dengan peternakan serta perikanan dalam satu hamparan.

Sistem ini memungkinkan pemanfaatan limbah menjadi pupuk atau energi, sehingga lebih efisien dan berkelanjutan.

“Ketahanan pangan itu bukan hanya soal ketersediaan, tapi juga bagaimana menjamin distribusinya,” tegasnya.

DKPP berperan dari sisi produksi. Mulai penyediaan benih, pembinaan kelompok, hingga dukungan media tanam.

Untuk 2026, kebutuhan benih telah disiapkan dan dialokasikan bagi kelompok P2L yang membutuhkan.

“Kelompok yang membutuhkan silakan mengajukan. Kami bantu benih secukupnya,” jelas Niken.

Meski demikian, keberlanjutan menjadi perhatian utama.

Kelompok diharapkan tidak sepenuhnya bergantung pada bantuan pemerintah.

Sebagian hasil panen didorong untuk dijual dan diputar kembali sebagai modal benih musim tanam berikutnya.

“Kalau semuanya mengandalkan bantuan pemerintah, tentu tidak bisa kami tutup 100 persen. Harus ada keberlanjutan dari kelompoknya sendiri,” pungkasnya. (err/her)

Advertisement

Artikel Terkait

KPK Terbitkan Sprindik Umum Dugaan TPPU, Usut Aliran Uang Gratifikasi hingga Konversi Aset

KPK Terbitkan Sprindik Umum Dugaan TPPU, Usut Aliran Uang Gratifikasi hingga Konversi Aset

KPK melebar ke penyidikan TPPU Pemkot Madiun. Rumah Wali Kota nonaktif Maidi hingga sejumlah kantor OPD digeledah guna lacak aset.

Sidang Maidi Ungkap ATM Dititipkan ke Pemilik Butik, PIN Ikut Diserahkan

Sidang Maidi Ungkap ATM Dititipkan ke Pemilik Butik, PIN Ikut Diserahkan

Sidang Maidi mengungkap kartu ATM beserta PIN dititipkan kepada pemilik butik. Kartu disebut digunakan membayar pakaian hingga pemeriksaan gigi.

Terungkap di Sidang, Ajudan Maidi Pegang ATM Pribadi dan Bagikan Uang ke Pekerja TPA

Terungkap di Sidang, Ajudan Maidi Pegang ATM Pribadi dan Bagikan Uang ke Pekerja TPA

Ajudan Maidi mengaku memegang ATM Bank Jatim milik wali kota nonaktif dan menyalurkan uang kepada pekerja TPA Winongo.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer