Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dinkes Kota Madiun Sidak Takjil Ramadan, Sampel Cilok hingga Mi Basah Diuji Formalin

E
Penulis: Erlita H❯

SIDAK TAKJIL: Petugas Dinkes-PPKB Kota Madiun mengambil sampel makanan takjil di kawasan Bunderan Serayu untuk diuji kandungan zat berbahaya selama Ramadan. FOTO: DINKES PPKB KOTA MADIUN
SIDAK TAKJIL: Petugas Dinkes-PPKB Kota Madiun mengambil sampel makanan takjil di kawasan Bunderan Serayu untuk diuji kandungan zat berbahaya selama Ramadan. FOTO: DINKES PPKB KOTA MADIUN


Advertisement

Jawa Pos Radar Madiun – Peredaran makanan dan minuman (mamin) takjil selama Ramadan di Kota Madiun mulai diawasi ketat.

Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) melakukan inspeksi dengan mengambil sampel makanan di kawasan Bunderan Serayu, Rabu (25/2).

Plh Kepala Dinkes-PPKB Kota Madiun Endria Triningsih Kusdiana mengatakan pengawasan difokuskan pada sentra penjualan takjil dengan aktivitas tinggi.

Advertisement

Pemeriksaan dilakukan secara sampling karena keterbatasan petugas dan alat uji.

Petugas memeriksa makanan yang dicurigai mengandung bahan berbahaya seperti boraks, formalin, dan pewarna tekstil Rhodamin B.

Jenis makanan yang menjadi perhatian antara lain cilok, sempol, bakso, tahu, hingga mi basah.

Advertisement

Pengujian dilakukan menggunakan sanitarian kit oleh petugas puskesmas setempat.

Hasil pemeriksaan masih menunggu analisis lanjutan.

Jika ditemukan pelanggaran, hasilnya akan dilaporkan ke Kementerian Kesehatan sekaligus dilakukan pembinaan kepada pedagang.

’’Apabila hasilnya positif mengandung zat berbahaya, pedagang akan dibina agar tidak mengulangi,’’ tegas Endria.

Selain kandungan bahan, aspek higienitas juga menjadi perhatian.

Pedagang diminta menjaga kebersihan lokasi serta memastikan makanan tertutup agar tidak terkontaminasi debu maupun asap kendaraan.

Dinkes juga mengingatkan makanan siap saji idealnya dikonsumsi maksimal empat jam setelah dimasak.

Wadah makanan harus berbahan food grade dan dicuci menggunakan air mengalir serta sabun.

’’Kami juga mengimbau pedagang rutin mencuci tangan, memakai pakaian bersih, celemek, dan masker saat berjualan,’’ ujarnya.

Pengawasan dilakukan sebagai langkah preventif agar masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan aman tanpa risiko gangguan kesehatan akibat pangan berbahaya. (err/her)

Advertisement

Artikel Terkait

Menu MBG Terkontaminasi Kuman, Hasil Lab Kasus Keracunan SDN 01 Demangan Madiun

Menu MBG Terkontaminasi Kuman, Hasil Lab Kasus Keracunan SDN 01 Demangan Madiun

Makanan MBG di Madiun terbukti terkontaminasi kuman. SPPG Demangan 4 dihentikan sementara.

Ada Kongkalikong? Pemilik Motor GL100 di Kebonsari Madiun Mengaku Kenal Pelaku Penipuan

Ada Kongkalikong? Pemilik Motor GL100 di Kebonsari Madiun Mengaku Kenal Pelaku Penipuan

AD (24) asal Magetan curiga menjadi korban komplotan penipuan segitiga di Kebonsari, Madiun, usai pemilik motor kedapatan kongkalikong dengan pelaku daring.

Penipuan Jual Beli Motor di Kebonsari Madiun: Pemilik Bohongi Pembeli, Uang Rp 8 Juta Amblas

Penipuan Jual Beli Motor di Kebonsari Madiun: Pemilik Bohongi Pembeli, Uang Rp 8 Juta Amblas

Seorang pemuda asal Magetan menjadi korban penipuan segitiga saat membeli motor Honda GL100 di Kebonsari, Madiun. Korban merugi Rp 8,5 juta dan menduga ada kongkalikong komplotan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer