Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Hapus Stigma Pencak Silat Pemicu Konflik 

Hengky Ristanto • Kamis, 9 Februari 2023 | 22:06 WIB
IDENTITAS: Seni bela diri pencak silat menjadi salah satu ekstrakulikuler wajib jenjang SD-SMP di Kota Madiun sebagai upaya pelestarian budaya dan kearifan lokal. (BAGAS BIMANTARA/JAWA PPOS RADAR MADIUN)
IDENTITAS: Seni bela diri pencak silat menjadi salah satu ekstrakulikuler wajib jenjang SD-SMP di Kota Madiun sebagai upaya pelestarian budaya dan kearifan lokal. (BAGAS BIMANTARA/JAWA PPOS RADAR MADIUN)
KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kota Madiun tak bisa lepas dari pencak silat. Sebab, selain ada belasan perguruan pencak silat, beberapa di antaranya lahir dan berpusat di kota ini. Sehingga, sangat lumrah jika kota ini dijuluki Kota Pendekar. Pun, wajib dilestarikan.

Identitas Kota Madiun tersebut coba diimplementasikan dalam kurikulum pembelajaran di sekolah-sekolah. ‘’Kami berupaya membawa pencak silat terus eksis serta membawa manfaat positif ke depannya,’’ kata Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Madiun Lismawati kemarin (8/2).

Menurut dia, butuh peran dan pemikiran banyak pihak untuk mengemas pencak silat menjadi lebih bernilai jual atau menarik perhatian masyarakat luas. Untuk itu, berbagai pihak harus punya andil dalam membangun pencak silat.

Pun, bersama-sama menghapus stigma perselisihan antarperguruan. Termasuk di lingkungan sekolah. Sebagai upaya pelestarian budaya atau kearifan lokal, sekolah jenjang SD-SMP wajib memasukkan pencak silat dalam program ekstrakulikuler. ‘’Implementasinya sudah dimulai sejak 2022 lalu,’’ ujarnya.

Lismawati menambahkan, upaya mewadahi kreativitas anak muda dalam pencak silat atau bela diri penting dilakukan. Juga untuk membentuk atlet pencak silat profesional. Baik kategori seni maupun laga. Sebab, jika mereka berprestasi bakal membawa nama pencak silat dan Kota Madiun harum di tingkat nasional maupun internasional.

‘’Materi kami susun dari semua perguruan pencak silat di Kota Madiun. Ini juga sebagai pembiasaan atau pengenalan kepada anak-anak tentang keharmonisan serta saling menghargai dan menghormati antarperguruan pencaj silat,’’ imbuhnya.

Sehingga, lanjut dia, pemahaman ihwal kerukunan yang ditanamkan pada anak-anak usia sekolah bakal berdampak positif hingga dewasa kelak. ‘’Banyaknya perguruan pencak silat bukan pemicu konflik atau perselisihan. Melainkan membuat Kota Pendekar memiliki potensi yang luar biasa,’’ jelasnya. (ggi/sat) Editor : Hengky Ristanto
#konflik pencak silat #perguruan silat madiun #Kota Pendekar #pencak silat Madiun