Meski terkesan mendadak karena sebagian rerata menerima panggilan beberapa hari lalu, namun mereka sudah mempersiapkan diri mengisi kekosongan kuota haji dari daerah lain.
"Tujuh calon jemaah yang berangkat ini tergabung dalam kloter (kelompok terbang) 68. Mereka satu rombongan dengan jemaah haji asal Jember," kata Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kota Madiun Khoirul Kamami.
Dia mengungkapkan, ketujuh jemaah haji cadangan yang diberangkatkan itu rata-rata berusia 50 tahun. Hanya ada satu orang calon jemaah yang berumur 66 tahun. "Mereka akan melakukan wukuf di Arafah (Makkah) dulu baru menuju ke Madinah," terang Kamami.
Khusus jemaah haji Kota Madiun, kata Kamami, ini merupakan gelombang ketiga. Semuanya dalam kondisi sehat, tapi ada dua jemaah yang berstatus risiko tinggi (risti). Meski begitu, mereka telah dianjurkan untuk membawa obat-obatan sendiri. "Cuaca di sana (Makkah) sangat terik. Kami selalu mengimbau jemaah untuk berhati-hati dan menjaga kesehatan," tuturnya. (mg4/her) Editor : Hengky Ristanto