KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Dinas kependudukan dan pencatatan sipil (dispendukcapil) Kota Madiun gencar melakukan perekaman e-KTP bagi pelajar.
Mereka sengaja menggulirkan program jemput bola perekaman e-KTP di sekolah-sekolah yang ada di wilayah Kota Madiun.
Gayung bersambut, minat pelajar ikut perekaman salah satu dokumen administrasi kependudukan itu cukup tinggi.
Buktinya, sejak dimulai Senin lalu (5/8), dispendukcapil setempat berhasil melakukan perekaman e-KTP kepada 52 siswa SMKN 5 Kota Madiun.
"Mereka (siswa SMKN 5, Red) sangat antusias. Itu jadi motivasi kami,’’ kata Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk Dispendukcapil Kota Madiun Poedjo Soeprantio, Selasa (6/8).
Padahal, Dispendukcapil Kota Madiun sebelumnya hanya menyasar 35 siswa berumur 17 tahun.
Tambahan 17 orang itu merupakan siswa yang berusia 16 tahun atau hendak 17 tahun pada September, Oktober, November dan Desember.
"Mereka yang belum 17 tahun hanya direkam, cetak e-KTP nanti sudah 17 tahun,’’ ungkap Poedjo.
Program jemput bola perekaman e-KTP menyasar 31 SMA sederajat di Kota Madiun. Baik negeri maupun swasta. Total siswa sasaran perekaman sekitar 1.298 jiwa.
"Besok (hari ini, Red) petugas bergeser ke SMKN 1. Diharap antusiasme di seluruh sekolah tinggi,’’ ujarnya.
Progres perekaman e-KTP bagi pemula sudah 94 persen. Untuk menembus 100 persen, digulirkan program jemput bola itu.
Berkaca pelaksanaan program serupa tahun-tahun sebelumnya, terobosan itu efektif. Meski, dispendukcapil dihadapkan beberapa kendala teknis.
Bahkan itu menjadi momen unik saat perekaman e-KTP di sekolah. Salah satunya, pelajar enggan mau difoto lantaran belum dandan (merias diri, Red).
"Kami izin ke sekolah untuk membolehkan siswa bawa baju ganti atau berias, bisa tiga kali take photo,’’ujarnya.
Selain di sekolah, Poedjo memberikan kesempatan bagi pelajar jika ingin perekaman di kantor dispendukcapil yang beroperasi setiap hari.
Khusus Sabtu dan Minggu maupun hari libur lain, tetap beroperasi pukul 08.00 sampai 12.00.
"Dispendukcapil punya layanan Anti-Prei. Semua dokumen administrasi kependudukan bisa diurus,’’ sebutnya.
Tak hanya untuk keperluan pemilu, Poedjo menyebut e-KTP penting bagi seluruh WNI. Sebab, salah satu dokumen kependudukan itu menjadi kebutuhan dasar setiap layanan pemerintah maupun layanan lainnya.
"Kami optimistis target perekaman e-KTP dapat terpenuhi,’’ pungkasnya. (ggi/den)
Editor : Budhi Prasetya