Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Universitas PGRI Madiun Kukuhkan Dua Guru Besar Baru

Alfiah Sidiq • Jumat, 7 November 2025 | 12:00 WIB
Ketua Senat Unipma Prof. Dr. H. Parji, M.Pd. bersama dua guru besar baru Prof. Bambang Eko Hari Cahyono dan Prof. Marheny Lukitasari usai pengukuhan di Graha Cendekia, Kamis (6/11).
Ketua Senat Unipma Prof. Dr. H. Parji, M.Pd. bersama dua guru besar baru Prof. Bambang Eko Hari Cahyono dan Prof. Marheny Lukitasari usai pengukuhan di Graha Cendekia, Kamis (6/11).

Jawa Pos Radar Madiun – Universitas PGRI Madiun (Unipma) kembali mencatat sejarah akademik baru.

Dua dosen terbaiknya resmi menyandang gelar guru besar, menambah jumlah profesor di kampus tersebut menjadi empat orang. Pengukuhan digelar di Graha Cendekia Unipma, Kamis (6/11).

Kedua guru besar yang dikukuhkan adalah Prof. Dr. Bambang Eko Hari Cahyono, M.Pd. sebagai Guru Besar Bidang Pembelajaran Bahasa dan Sastra Sekolah Pascasarjana, serta Prof. Dr. Marheny Lukitasari, M.Pd. sebagai Guru Besar Bidang Inovasi Pembelajaran Biosains.

Ketua Senat Unipma Prof. Dr. H. Parji, M.Pd. menyebut capaian ini menjadi bukti keseriusan universitas dalam memperkuat kualitas akademik.

“Harapan kami, ke depan akan semakin banyak guru besar lahir dari Unipma,” ujarnya.

Dalam pengukuhan, masing-masing guru besar memaparkan orasi ilmiah berdasarkan bidang keahlian mereka.

Prof. Heny –sapaan akrab Marheny Lukitasari– menjadi perhatian karena merupakan guru besar perempuan pertama dan termuda di Unipma pada usia 51 tahun.

Dalam orasi berjudul Inovasi Pembelajaran Biosains untuk Mendorong Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi pada Pembelajaran Abad 21, Heny menekankan pentingnya peran guru besar tidak hanya di dunia akademik, tetapi juga di tengah masyarakat.

“Kita harus hadir dan peduli terhadap kondisi sekitar serta berperan nyata dalam memberdayakan lingkungan,” tuturnya.

Sebagai pakar biosains, Heny mengembangkan model pembelajaran STEM-DT (Science, Technology, Engineering, and Mathematics with Design Thinking) yang kini dirujuk Kementerian Pendidikan sebagai pendekatan modern untuk mengasah kemampuan berpikir kritis dan keterampilan abad ke-21.

Sementara itu, Prof. Bambang memaparkan riset berjudul Pendekatan Interdisipliner dalam Pembelajaran Membaca Permulaan dan Kosakata di Sekolah Inklusi.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara disiplin bahasa dan psikologi pendidikan untuk memahami cara belajar anak berkebutuhan khusus.

“Anak-anak istimewa memerlukan guru yang peka agar bisa berkembang optimal,” ujarnya.

Rektor Unipma Dr. Supri Wahyudi Utomo, M.Pd. menyampaikan apresiasi atas capaian luar biasa tersebut.

Ia menargetkan dalam dua hingga tiga tahun ke depan Unipma mampu melahirkan lima guru besar baru.

Selain itu, kampus juga tengah menyiapkan dua program studi baru, yakni jenjang S3 dan program profesi.

Tak hanya itu, Unipma juga menorehkan prestasi di tingkat regional dengan meraih predikat Kampus Unggulan peringkat 1 dalam dua kategori sekaligus.

Yakni prestasi Kemahasiswaan dan Kerja Sama pada ajang Anugerah Kampus Unggulan LLDIKTI Wilayah VII Tahun 2025.

“Ini bukti nyata bahwa Unipma terus melangkah mantap menuju kampus unggul dan berdaya saing nasional,” pungkas Supri. (afi/her)

Editor : Hengky Ristanto
#Universitas PGRI Madiun #kampus unggulan #Prof Marheny Lukitasari #unipma #LLDIKTI Wilayah VII #pendidikan tinggi #guru besar #madiun #Prof Bambang Eko