Jawa Pos Radar Madiun - Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Madiun kembali mengajukan anggaran untuk pemeliharaan laptop siswa pada 2026.
Nilainya mencapai Rp 250 juta.
Kepala Dindik Kota Madiun Lismawati menyebut, pada 2025 sudah dianggarkan sekitar Rp 800 juta melalui PAK.
Namun, hasil identifikasi menunjukkan banyak jenis kerusakan yang belum bisa tertangani seluruhnya.
“Ternyata kerusakannya beragam, jadi anggaran 2025 belum cukup. Karena itu, di 2026 harus kami ajukan lagi,” ujarnya, kemarin (10/11).
Sebagian sekolah, lanjut Lismawati, sempat melakukan penyesuaian sementara bagi siswa yang laptopnya rusak.
“Hanya satu dua anak yang bergabung dengan temannya karena laptopnya masih diservis. Tidak semua sekolah mengalami itu,” jelasnya.
Program pemeliharaan laptop ini, kata Lismawati, sangat membantu orang tua.
Selain bantuan perangkat, pemkot juga menanggung berbagai kebutuhan pendidikan sejak awal masuk sekolah.
“Mulai seragam, ongkos jahit, atribut, hingga Wi-Fi sekolah semuanya disiapkan pemkot. Jadi, orang tua tidak terbebani lagi,” paparnya.
Terkait laptop rusak berat, Dindik memastikan tetap menanggung biayanya.
“Kalau rusaknya berat, tetap kami tanggung. Namun, kami prioritaskan yang kerusakannya level 1 sampai 5 dulu,” pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto