Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Cegah Kenakalan Pelajar, Pemkot Madiun Perkuat Pembinaan Karakter di Sekolah

Erlita H • Kamis, 13 November 2025 | 15:50 WIB
Wawali Madiun F. Bagus Panuntun bersama Ketua Dewan Pendidikan Hariyadi dalam kegiatan pembinaan karakter siswa di Gedung Diklat, kemarin (12/11). FOTO: DISKOMINFO KOTA MADIUN
Wawali Madiun F. Bagus Panuntun bersama Ketua Dewan Pendidikan Hariyadi dalam kegiatan pembinaan karakter siswa di Gedung Diklat, kemarin (12/11). FOTO: DISKOMINFO KOTA MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Upaya mencegah kenakalan remaja di lingkungan sekolah terus digencarkan.

Pemerintah Kota Madiun bersama Dewan Pendidikan mendorong kolaborasi antara guru BK dan wali murid untuk memperkuat pembinaan karakter peserta didik sejak dini.

Ketua Dewan Pendidikan Kota Madiun Hariyadi menegaskan, sinergi antara sekolah, orang tua, dan siswa menjadi kunci dalam menciptakan pendidikan berkarakter.

“Perlu ada upaya preventif dan antisipatif agar dunia pendidikan di Kota Madiun bisa maju dan mendunia,” ujarnya, kemarin (12/11).

Ia menyoroti maraknya kasus kekerasan dan bullying di sejumlah daerah, termasuk insiden di SMA 72 Jakarta yang viral beberapa waktu lalu.

“Kasus itu menjadi pelajaran penting bahwa pembentukan karakter harus menjadi prioritas,” katanya.

Namun, Hariyadi juga mengungkapkan tantangan yang dihadapi lembaganya, terutama keterbatasan anggaran hibah dari pemerintah daerah.

“Jer basuki mawa beya. Semua kegiatan butuh biaya, sementara dana hibah yang kami terima terbatas,” jelasnya.

Isu iuran sekolah turut dibahas dalam diskusi tersebut.

Hariyadi menyebut, dewan pendidikan tengah mencari solusi agar partisipasi orang tua dalam kegiatan sekolah tidak menimbulkan potensi pelanggaran hukum.

“Kami ingin semua pihak memahami batasan agar tidak dianggap pungli,” ujar mantan guru SMAN 6 Madiun itu.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun menegaskan komitmen pemkot menjaga mutu pendidikan meski anggaran transfer ke daerah (TKD) tahun ini dipotong hingga Rp183 miliar, dengan Rp12 miliar di sektor pendidikan.

“Khusus sektor pendidikan, pemotongan mencapai Rp12 miliar. Tapi kualitas pelayanan harus tetap berjalan,” tegasnya.

Bagus menilai, pendidikan merupakan pilar utama pembangunan daerah.

“Madiun tidak punya sumber daya alam, tapi punya sumber daya manusia. Maka investasi terbesar kita adalah pendidikan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemkot terus mendorong beasiswa pendidikan tinggi untuk meningkatkan kualitas SDM.

Hingga kini, ada 1.734 mahasiswa yang telah menerima bantuan, termasuk beasiswa lanjutan S2 dan S3.

“Beasiswa penting untuk memutus rantai kemiskinan,” kata Bagus.

Bagus juga mengingatkan pentingnya pembinaan karakter di era digital.

“Digitalisasi ibarat pisau bermata dua. Guru dan tenaga pendidikan harus bisa mengarahkan siswa agar bijak menggunakan teknologi,” pungkasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#Beasiswa Madiun #Pembinaan karakter #F Bagus Panuntun #Dewan Pendidikan #kenakalan remaja #madiun #pendidikan madiun #hariyadi