Jawa Pos Radar Madiun - Pengusutan dugaan suap dan gratifikasi yang menyeret Bupati Ponorogo nonaktif Sugiri Sancoko dan Direktur RSUD dr Harjono, Yunus Mahatma, memasuki babak baru.
Dalam penggeledahan Kamis malam (13/11), penyidik KPK tidak hanya menyasar dokumen dan barang elektronik, tetapi juga menyita total 25 unit sepeda mewah dari rumah Yunus di Kota Madiun.
Daftar sepeda yang diangkut KPK bukan barang sembarangan.
Koleksi milik Yunus tersebut terdiri dari berbagai merek premium yang lazim dipakai atlet profesional dan penghobi kelas atas.
Daftar Merek Sepeda yang Disita KPK
Berdasarkan informasi lapangan, beberapa merek yang ditemukan di kediaman Yunus Mahatma di antaranya Trek, Bianchi, Brompton, Polygon, Canyon, S-Works, Cannondale, Pinarello.
Koleksi ini menunjukkan bahwa sepeda-sepeda tersebut bukan sekadar alat olahraga, tetapi masuk kategori barang hobi berharga tinggi.
Harga satu unit Brompton minimal Rp 80 juta. Sementara sepeda balap Canyon sekitar Rp 100 jutaan.
Cannondale dan Pinarello dibanderol di atas Rp 100 juta. S-Works lebih mahal lagi, bisa tembus Rp 150 juta ke atas.
Satu unit saja sudah setara harga motor baru atau mobil bekas, sementara Yunus memiliki 25 unit.
Salah satu sepeda yang ikut disita KPK adalah Trek Madone SLR 6 Disc warna merah.
Harga barunya di atas Rp 150 juta. Sepeda ini dikenal sebagai salah satu aero bike terbaik kelas premium, dipakai atlet balap profesional dan juara dunia.
Jika ditotal, berdasarkan harga pasar saat ini, estimasi nilai 25 sepeda Yunus bisa menembus Rp 2 miliar lebih, bahkan mungkin lebih tinggi jika beberapa unit merupakan edisi limited atau full carbon racing.
Bagian dari Penelusuran Aset OTT Ponorogo
Koleksi sepeda ini diamankan penyidik sebagai bagian dari pengembangan OTT Ponorogo. KPK sedang mendalami asal-usul pembelian aset, aliran dana, serta dugaan gratifikasi atau suap terkait jabatan Direktur RSUD dr Harjono.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, sebelumnya mengatakan bahwa Yunus menggunakan uang komitmen dari proyek pembangunan IGD di RSUD untuk menyuap Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko dan Sekda Agus Pramono.
Namun, bukan tak mungkin uang itu sebagian juga dia nikmati sendiri. “Dari OTT pekan lalu, tim kemudian mendapatkan informasi dan petunjuk adanya dugaan tindak pidana korupsi lainnya. Ini masih didalami,” ujar Jubir KPK Budi Prasetyo.
Yunus Mahatma sendiri dalam LHKPN melaporkan total kekayaan Rp 14,54 miliar, termasuk sejumlah aset bergerak bernilai besar seperti mobil Rubicon dan BMW yang juga diperiksa KPK. (naz)
Editor : Mizan Ahsani