Jawa Pos Radar Madiun – Target serapan gabah dan beras pada 2026 diproyeksikan meningkat signifikan.
Sepanjang 2025 lalu, Perum Bulog Cabang Madiun mencatat realisasi serapan gabah melampaui target hingga mencapai 58 ribu ton.
Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Madiun, Agung Sarianto, mengatakan pemerintah pusat turut menaikkan target serapan nasional.
Dari sebelumnya 3 juta ton, kini diproyeksikan menjadi 4 juta ton.
“Kenaikan target ini sejalan dengan capaian Bulog Madiun yang menempati peringkat kedua serapan gabah tertinggi se-Jawa Timur dalam rapat evaluasi Bulog,” ujarnya, kemarin (4/1).
Menurut Agung, peningkatan target serapan turut diikuti target lain, baik komersial maupun penugasan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Sepanjang 2025, penyaluran beras SPHP paling banyak terserap di Kota Madiun dengan porsi sekitar 40 persen, disusul Kabupaten Madiun dan Ngawi.
“Selama 2025 tidak ada impor beras. Ke depan Bulog fokus mendukung program swasembada pangan,” ungkapnya.
Realisasi penyaluran beras SPHP Bulog Cabang Madiun tercatat mencapai 8.400 ton dari target 10.000 ton atau sekitar 80 persen.
Untuk mendorong capaian 2026, Bulog memperluas jaringan ritel dan memperkuat distribusi.
“Tahun lalu ada kendala adaptasi penggunaan aplikasi Klik SPHP di awal. Kami berharap ketentuan ritel tidak berubah agar bisa langsung ngegas sejak awal bulan,” jelas Agung.
Jika kebutuhan meningkat, penyaluran beras SPHP disebut bisa mencapai hingga dua ton per hari.
Terlebih, permintaan diprediksi naik pada Februari seiring masuknya bulan Ramadan.
Selain menjaga ketersediaan stok, Bulog bersama dinas perdagangan dan Satgas Pangan rutin melakukan pengawasan di pasar tradisional.
Fokus pengawasan mencakup kualitas dan harga beras SPHP agar tetap sesuai ketentuan.
“Kontrol kualitas dilakukan harian, mingguan, bulanan, hingga tiga bulanan. Mulai kebersihan gudang, debu, sampai kutu. Fumigasi rutin kami lakukan setiap tiga bulan,” tandasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto