Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Awal 2026 Kota Madiun Aman dari Bencana, BPBD Justru Sibuk Rescue Tawon

Erlita H • Senin, 12 Januari 2026 | 14:00 WIB
SIAGA: Petugas BPBD Kota Madiun bersiaga menghadapi puncak musim hujan meski awal Januari 2026 nihil kejadian bencana alam. DOK RADAR MADIUN
SIAGA: Petugas BPBD Kota Madiun bersiaga menghadapi puncak musim hujan meski awal Januari 2026 nihil kejadian bencana alam. DOK RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Kondisi kebencanaan di Kota Madiun terpantau aman pada awal Januari 2026.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD Kota Madiun mencatat nihil kejadian bencana alam selama dua pekan pertama Januari.

Kasi Kegawatdaruratan dan Logistik BPBD Kota Madiun Heter Hidayati mengatakan, aktivitas penanganan justru didominasi penyelamatan satwa.

Tercatat lima kasus animal rescue, terdiri atas empat evakuasi sarang tawon vespa dan satu penanganan anjing liar.

“Awal Januari ini tidak ada kejadian bencana alam. Penanganan yang kami lakukan seluruhnya animal rescue,” ujar Heter.

Dia menjelaskan, BPBD telah menggelar rapat koordinasi bersama pelaksana tugas kepala pelaksana (plt kalaksa) serta sekretaris daerah selaku ex officio kepala BPBD.

Koordinasi tersebut dilakukan sebagai langkah kesiapsiagaan menghadapi puncak musim hujan.

Sebagai bentuk antisipasi, BPBD Kota Madiun juga mendirikan Posko Siaga Hidrometeorologi sejak 8 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026.

Posko ini dinilai efektif mempercepat penanganan potensi bencana di tingkat kecamatan.

“Hasil evaluasi posko sangat membantu pencegahan dan penanganan dini. Alhamdulillah, Kota Madiun tidak mengalami cuaca ekstrem yang memicu bencana besar,” jelas mantan Kasubbag Perencanaan dan Kepegawaian Satpol PP dan Damkar itu.

Sebagai perbandingan, sepanjang Desember 2025 BPBD menangani 27 kejadian.

Rinciannya, 14 kasus animal rescue yang didominasi ular, tawon, dan biawak.

Selain itu, delapan kejadian pohon tumbang, satu tumpahan hotmix, satu penemuan jenazah, dua kebakaran, serta satu evakuasi bambu di Kali Piring.

Untuk mendukung kesiapsiagaan, BPBD menyiapkan empat regu Tim Reaksi Cepat (TRC) dengan masing-masing tujuh personel.

Selain itu, terdapat 10 personel pusdalops serta tim Srikandi yang siap diterjunkan sewaktu-waktu.

Dari sisi sarana prasarana, BPBD Kota Madiun memiliki dua unit truk tangki air, satu mobil patroli, satu ambulans, serta satu unit pikap.

Dukungan peralatan dari BPBD Jawa Timur juga tersedia, berupa lima pompa air alkon dan delapan mesin senso.

“Untuk logistik 2026 kami pastikan aman. Kemarin juga sudah datang dua truk logistik nonperalatan seperti paket belajar anak, paket lansia, family kit, serta makanan siap saji dan tambahan gizi,” ungkap Heter.

Selain itu, Kota Madiun telah memiliki sembilan kelurahan/desa tangguh bencana (Destana), program keluarga tanggap bencana, serta lima unit Early Warning System (EWS).

Rinciannya, satu EWS gempa bumi di belakang kantor BPBD, dua EWS milik BPBD Jatim, dan dua EWS milik BPBD Kota Madiun.

“Pemeliharaan EWS kami lakukan secara berkala. Karena sistemnya masih manual dan belum terintegrasi IT, kami sudah mengajukan permohonan ke diskominfo agar monitoring bisa terhubung langsung ke kantor,” pungkasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#bencana alam madiun #musim hujan 2026 #kesiapsiagaan bencana #madiun #animal rescue Madiun #EWS Madiun #BPBD Kota Madiun