Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Meski Tutup 5 Bulan, Kunjungan Perpustakaan Kota Madiun Tembus 571 Ribu Orang

Erlita H • Jumat, 16 Januari 2026 | 15:45 WIB
JENDELA DUNIA: Tingkat kunjungan masyarakat ke Perpustakaan Daerah Kota Madiun tetap tinggi sepanjang 2025 meski layanan fisik sempat ditutup akibat renovasi gedung. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN
JENDELA DUNIA: Tingkat kunjungan masyarakat ke Perpustakaan Daerah Kota Madiun tetap tinggi sepanjang 2025 meski layanan fisik sempat ditutup akibat renovasi gedung. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Tingkat kunjungan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Madiun sepanjang 2025 tetap terjaga meski layanan fisik sempat ditutup selama lima bulan akibat renovasi gedung.

Total kunjungan, baik secara offline maupun online, tercatat mencapai 571.887 orang.

Kepala Dispusip Kota Madiun, Heri Wasana, mengatakan penutupan gedung utama sejak Juli hingga awal Januari tidak menghentikan layanan perpustakaan sepenuhnya.

Berbagai inovasi dilakukan agar akses literasi masyarakat tetap berjalan.

“Gedung memang tutup lima bulan, tetapi layanan tetap jalan. Kami lakukan jemput bola lewat perpustakaan keliling ke sekolah-sekolah dan ruang publik,” ujarnya, Jumat (16/1).

Dari total kunjungan tersebut, 51.154 orang tercatat sebagai pengunjung offline.

Sementara kunjungan online mendominasi dengan 520.733 orang.

Menurut Heri, capaian tersebut patut disyukuri mengingat aktivitas layanan fisik sempat terhenti cukup lama.

“Insya Allah tetap ada kenaikan. Tidak signifikan memang, tetapi dengan kondisi off lima bulan, ini sudah cukup baik,” katanya.

Selain kunjungan, Dispusip Kota Madiun juga mencatat penambahan 1.428 anggota perpustakaan sepanjang 2025.

Rinciannya, 963 anggota umum dan 966 anggota digital.

Jumlah peminjam tercatat 20.928 orang, didominasi peminjam offline sebanyak 20.669 orang, sementara peminjam online 259 orang.

Dari sisi koleksi, penambahan buku cetak terus dilakukan.

Sepanjang 2025, sekitar 2.000 eksemplar buku baru masuk koleksi.

Total koleksi cetak kini mencapai 60.427 eksemplar dengan 25.751 judul.

Untuk koleksi digital, tersedia 41.983 eksemplar dengan 8.656 judul.

Penambahan koleksi disesuaikan dengan kebutuhan dan masukan pemustaka.

“Ada buku perkuliahan, fiksi, nonfiksi, dan lainnya. Jumlahnya terbatas, tapi kami upayakan relevan,” jelas Heri.

Selama masa renovasi gedung, pihaknya juga melakukan pembenahan tata ruang, penataan ulang layout koleksi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Langkah ini ditujukan untuk menciptakan suasana perpustakaan yang lebih nyaman dan ramah pengunjung.

“Sasaran kami bukan hanya jumlah, tetapi kenyamanan pemustaka saat berada di perpustakaan,” tegasnya.

Dalam pengembangan literasi, Dispusip Kota Madiun memberi perhatian besar pada generasi muda.

Anak-anak TK hingga SMP menjadi prioritas awal, disusul pelajar SMA melalui berbagai program literasi, termasuk Kelompok Remaja Menulis (Mpok Remen).

“Tahun ini kami mulai menyasar SMA. Tahun sebelumnya fokus ke SMP,” ucap Heri.

Hingga akhir 2025, Dispusip telah membuka 24 titik layanan baca, baik untuk membaca di tempat maupun layanan pinjam.

Meski arus informasi digital menjadi tantangan literasi, Heri menilai buku fisik tetap memiliki daya tarik tersendiri.

“Membaca buku ada seninya. Tidak membuat mata cepat lelah seperti gawai. Bisa dibaca santai, disimpan, lalu dibuka lagi saat mood datang,” tuturnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#minat baca masyarakat #literasi madiun #kota madiun #perpustakaan keliling #kunjungan perpustakaan #Dispusip Kota Madiun #berita madiun hari ini